Saturday, August 16, 2014

Beef Steak

Bismillah...

Bikin steak sendiri ga sulit kok, jauh lebih hemat lagi. Termasuk yg ini, daging steak sy beli dg harga Rp. 33.000 dapat 2 potong di salah satu supermarket. Cara bikinnya sederhana karena prinsipnya steak itu ga perlu bumbu banyak, hanya butuh minyak, garam dan merica serta mengandalkan rasa asli daging yg sudah enak. Pastinya juga ditentukan oleh kualitas bahan (dan terutama daging) yang digunakan.



Beef steak ini sy sajikan untuk santapan di akhir pekan, lumayan yah, itung2 menghemat ongkos jajan yang kadangkala kami lakukan di akhir pekan.
Berikut resepnya, kurang lebihnya bisa disesuaikan dg selera masing2, 

Bahan :
2 potong daging steak suhu ruang ( jika sebelumnya dingin, diamkan sekitar 40 menit hingga mencapai suhu ruang) 
2 sdt merica hitam bulat, tumbuk kasar 
1 sdt garam kasar (rock sea salt), haluskan 
Olive oil secukupnya (bukan evoo ya) 

How to : 

1. Olesi daging dengan olive oil, lalu lumuri dengan garam lalu merica pada kedua sisinya, diamkan sekitar 10-15 menit
2. Panaskan grill pan, bisa pakai happycall atau wajan datar, gunakan api besar hingga pan benar2 panas 
3. Kecilkan api, taruh daging diatas grill pan 
4. Masak selama 6 menit pada masing2 sisi dg api sedang cenderung kecil. Tingkat kematangan bisa disesuaikan dg selera, juga ditentukan oleh besar kecilnya api yg digunakan

Daging dg ketebalan 2 cm ini tadi tingkat kematangannya medium. Jangan dibolak balik! 
5. Angkat dari pan, letakkan diatas piring lalu diamkan selama 5 menit (sambil nunggu bisa bikin sausnya) Hasilnya..hmmm..perfecto! Dagingnya juicy!❤❤❤ 

Penampakan daging pada bagian dalam, masih agak kemerahan, rasanya nyuzzz!!
Bahan saus :
1/2 sdm butter 
2 siung bawang putih, keprek
150 ml kaldu sapi (bisa pakai Brown Stock)
1/2 sdt kecap inggris
4 sdm cooking cream (kalau ga ada pakai susu cair atau susu evaporasi)
sejumput gula
garam dan merica hitam secukupnya
1 sdt maizena, larutkan dengan 2 sdm air

How to : 

1. Gunakan grill pan bekas memasak daging steak sebelumnya. 
2. Panaskan kembali grill pan lalu lelehkan butter, masukkan bawang putih dan tumis hingga harum dan agak kecoklatan.
3. Masukkan kaldu sapi, tunggu hingga mendidih lalu masukkan kecap inggris, cooking cream, beri sejumput gula garam dan merica hitam jika perlu, cek rasanya.
4. Bisa ditambahkan basil dan oregano jika suka, terakhir masukkan larutan maizena untuk mengentalkan. 

Pelengkap :
Kentang goreng
Wortel rebus
 
Untuk kentang, sy pakai kentang lokal aja. Kupas, potong2, rendam dalam air bergaram selama 5-10 menit, tiriskan, goreng setengah matang, angkat lalu keringkan dg paper towel, lalu goreng lagi hingga matang 
❤ Sayurnya, cuma ada wortel di.kulkas. Wortel dikupas, potong2, rebus dalam air mendidih. Hingga kematangan yg diinginkan, angkat, tiriskan lalu masukkan ke dalam air es

Wednesday, June 25, 2014

Berlibur ke Ciwidey

Bismillah..

yeay..yeayy..yeayyy..
Akhirnyaaa..keturutan juga jalan-jalan ke ciwidey. Yep, sudah lama memendam keinginan untuk mengunjungi ciwidey lagi setelah 5 tahun berlalu. Ya, sekitar 5 tahun lalu saat sy baru menikah dengan pak husnan, belum ada anak2, kami bersepeda motor bersama dengan anak2 kediri yang sedang kuliah di Bandung. Saat itu, kami mengunjungi kawah putih dan situ patenggang. Sebagai orang udik yg hidup di dataran sedang, noraklah sy melihat pemandangan indah nan menakjubkan di kawah putih, Subhanallah, sungguh ciptaan Allah yang luar biasa indahnya.

Ini kami 5 tahun yang lalu
Pengen main ke ciwidey lagi bermula dari keinginan camping di kawasan bumi perkemahan rancaupas. Yaaa..setelah mendengar certa bunda yulyan parwati yang habis camping disana, terdengar menarik dan seru. Tapi oh tapii..setelah mengajukan permohonan ke pak suami, beliau kurang menyetujui, pertimbangannya karena ada fawwaz yg masih terlalu kecil untuk diajak camping dengan suasana pegunungan yang pasti suhunya sangat dingin, kasian anak-anak. Sebagai penawar, beliau menyarankan untuk sekedar main aja, tanpa menginap, berencana untuk berangkat pagi buta dan pulang jika sudah dirasa cukup, itung2 sambil melihat kondisi apakah di rancaupas tempatnya cukup memadai untuk camping bagi kami.

Rencana sebenarnya sudah diagendakan sejak 2 minggu yang lalu.  Qodarrallah, anak2 bergantian sakit, mulai Tifa yang tertular batuk pilek dari teman mainnya. dan jika Tifa sudah tertular, tentu saja akan berimbas ke fawwaz. Ya, jelang 4 hari kemudian giliran fawwaz mulai terserang, dan akhirnya anak2 kompak tepar karena flu, Rencana ke ciwidey hari sabtu batal!! ya ya yaa..it's Ok, gpp, berarti harus benar2 jaga kondisi agar ayah dan ummi tidak tertular. Di tengah ke-riweuh-an mengurus dua anak yang lagi sakit dan rewel, sempet sih gejala flu mulai menghampiri, ini juga masih betah ngendon pileknya, tapi alhamdulillah tidak sampai terserang batuk berdahak akut seperti anak2. Alhamdulillah

Hingga tiba akhirnya semua dalam kondisi FIT, rencana ke ciwidey mulai dijadwalkan ulang. daaann..paas banget bertepatan dengan liburan anak sekolahan, mana sudah weekend terakhir sebelum ramadhan lagi. hhrrgghh..sudah kebayang dong pasti jalanan macet banget. Tapi berhubung keinginan sudah bulat, nekat lah kita, itung2 menguji mental berkendaraan jauh dengan mobil sebelum masa mudik tiba. Ya, InsyaAllah kami akan mudik menggunakan kendaraan pribadi, dan akan jadi pengalaman pertama.

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 05.30 WIB,  masih lumayan gelap, Tifa masih tidur dan fawwaz mendadak bangun karena diangkat dari kasur tapi masih kelop-kelop tak berdaya. xixi
perjalanan berangkat
Alhamdulillah karena jalanan masih sepi, perjalanan kami sangat lancar, rumah-kawah putih hanya kami tempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Setibanya di pintu masuk kawah putih, kami lantas memarkir mobil di area parkir yang letaknya di bawah, selanjutnya kami makan bekal yang sudah saya siapkan dari rumah. Ada nasi bakar teri medan, ayam dan tahu goreng, sambel terasi+timun, pukis dan nutrijel warna ungu kesukaan Tifa :)

Karena di parkiran tidak ada lesehan ataupun tempat duduk untuk menikmati sarapan, akhirnya kami sarapan di dalam mobil.
melase reeekk, ummi lupa ga bawa piring. hehe
 Setelah cukup menyantap sarapan, kami bersiap untuk menuju kawah putih yang letaknya diatas.
Catatan : parkir mobil dengan tertib dan meskipun tempatnya aman, usahakan tetap menggunakan pengaman seperti kunci kemudi sebelum meninggalkan mobil di tempat parkir. Satu lagi, karena aroma belerang yang tajam, persiapkan membawa masker dari rumah. Kalaupun lupa seperti kami, bisa membeli di lokasi :)
Bagi yang ingin membangkitkan adrenalin bisa menggunakan kendaraan pribadi hingga ke atas, tapi kami dengan berbagai pertimbangan lebih memilih menggunakan kendaraan umum yang disediakan oleh pengelola. jadi merasa amaaan dan bebas deg-degan. hahha


ini pak husnan sedang beli tiket. Cukup merogoh kocek Rp 75.000 untuk tiket naik ontang-ontang serta biaya parkir. Lumayaaan, daripada sport jantung bawa mobil sendiri *nyengir kuda

bagus kaaaan mobilnya

Jalanannya menanjak, sedikit berkelok dan tidak ada pengaman pada batas antara jalan dengan jurang. Dibandingkan 5 tahun yg lalu, saat ini jalan menuju ke kawah sudah jauh lebih bagus. Tapi karena ini judulnya naik ontang ontang, jadi suara mobilnya keren banget, nggerung, keras banget oiii, sopirnya juga mantab. ya iyalah, rute gini sudah jadi makanannya sehari-hari.

Alhamdulillah, sampai dengan selamat. Den bagus su fawwaz yang tadi duduk didepan samping pak sopir bersama ayah sempat rewel dan nangis2, tenyata sudah terlelap

Tangga menuju ke kawah yang aku kagumi kayunya. apiiiikkkkk
cuaca cerah dan terik, pemandangan tampak jelas tanpa ada dramatisasi dari kabut
mejeng ga jelas :D
MasyaAllah bagusnya ^^
Air sedang banyak
motrat motret aja, sampek ditegur pak suami kok HPaan ajah. xixi
agak malu sih upload inih, ehtapi itu muka Tifa lutju ketje abis, innocent face
Tifa in action, gegara liat seseorang bisa duduk di atas batu ini, Doski minta duduk juga, ummi potret deh ^^
ayah dan adek yg baru bangun mau mejeng jugak

ada shelter khusus untuk lansia, jadi tidak perlu turun ke bawah. Pemandangan kawah bisa dinikmati dengan indah dari sini

Pemandangan dari shelter
Pemandangan dari shelter
anak-anak bahagia
anak-anak bahagia
Setelah mencukupkan waktu menikmati pemandangan di kawah putih, tujuan selanjutnya adalah Kampung Cui di bumi perkemahan rancaupas. Ternyata letaknya tidak jauh dari kawah putih. Tiket masuk hanya Rp 15.000 per orang, dan saat itu anak2 tidak dihitung, jadi kami hanya membayar Rp 30.000 tapi untuk wahana renang dibayar terpisah.
Saat itu masyaAllah ramenya, mulai anak2 sekolahan, keluarga serta beraneka komunitas memenuhi setiap area. Kami tiba sekitar jam 11.00 WIB dan karena Tifa sudah sangat ingin berenang, jadi kita sepakat mengantar anak2 renang terlebih dahulu. Ternyata oh ternyata, ramenyaaaa..bener2 fiuuhh, akhirnya saat beli tiket masuk, diputuskan hanya Tifa saja yang berenang.
Kolam renangnya menggunakan sumber air panas, jadi meskipun letaknya di area terbuka, tapi air tidak dingin. Tampak menarik ya, tapi saya tidak merekomendasikan berenang di tempat ini. Pertama, kolamnya kotor sekali, bisa jadi karena saat itu sedang ramai ya. Kedua, tempat bilas laki-laki dan perempuan berada dalam satu bangunan dan satu pintu masuk, daaannn..kuotooorrr. Sayang sekali, harusnya masyarakat yang sudah difasilitasi tempat menarik gini bisa menjaga kebersihannya agar nyaman. Pun saat akan sholah dhuhur, akhirnya kita memutuskan mencari tempat diluar komplek kampung cai karena tepat di samping masjid, entah komunitas apa gitu sedang asyik berjoget dengan musik dangdut yg kwenceeeng. alamaaakk :(

Suasana kolam renang, ini kolam anak. utk kolam dewasa lokasinya naik dari tangga landai itu
sambil liatin Tifa main air, ummi dan fawwaz sayang2an aja ah
Sepertinya tifa masih betah, berhubung yang nunggu sudah lapar dan bosen, ummi menawarkan untuk mencukupkan renangnya. Alhamdulillah dia mau, lalu lanjut ngantri lamaaaa di kamar mandi. Begitu keluar kamar mandi, dan bersiap keluar are kolam renag..aaahhh...alhamdulillaahh, legaaa sudah berlalu. xixixi

Berikutnya karena lokasi penangkaran rusa tepat disamping area kolam renang, jadi kami menahan lapar dulu deh, mampir dulu liat rusa. cuma sebentar, asal tau aja
Si rusa menatapku, berharap dikasi wortel yaa?hihi
Fawwaz sepertinya tertarik dengan rusa2 ini, dia nduding2 aja tuh rusa, berharap agar mendekat. Tapi maaf yaa..punten yaa..ummi gilo. hahha. Dadaaa rusaaa..kapan2 ketemu lagi yaaa..jaga diri baik2 yaa..makan yang cukup yaaa...*halah, apa sih
Selanjutnya kami makan siang didalam mobil lagi. Setelah itu capcus nyari tempat sholah yang kondusif.
Sambil menunggu suami sholat, sy ngobrol dengan penjual makanan di warung sekitar komplek kawah putih. Berdasarkan info dari beliau, jadi makin nyesel ke rancaupas. haha..ada tempat lain yang lebih sesuai dengan selera kami, yg tidak terlalu ramai dan ada kebun tehnya, ya..konon ada di ciwalini, komplek wisata alam sebelum kebun teh rancabali dan situ patenggang, yak..mari kapan2 kita buktikan. hehe
Selesai sholat, begitu memacu kendaraan keluar area parkir menuju jalan, olalaaa..maceeeett. hiksss..jadi macet mulai dari atas hingga bawah. Alhamdulillah 'alla kulli haal, dinikmati saja, itung2 uji mental untuk mengukur kemampuan si ayah berkendara dalam kondisi stressfull seperti ini. haha
Alhamdulillah, fawwaz sempat tidur, jadi ga terlalu bosen menghadapi kemacetan panjang. Tifa? alhamdulillaaahh, dia anak yang sabbaarrr. Sempet terdiam lama, duduk termenung sendirian dikursi belakang sambil melihat riuhnya keadaan diluar. Efek kecapean habis main air sepertinya, tapi ga bisa tidur, jadi salting sendiri.
Begitu kemacetan mulai terurai, si ayah sepertinya butuh istirahat, sekalian sholat 'ashar. Akhirnya kita mampir ke taman kelinci ciwidey. Selain karena merasa klik nemu tempat disitu, juga karena menu makanannya bukan yang berat, ada pilihan cemilan seperti sosis bakar dan aneka roti bakar.

Setelah beristirahat selama 1,5 jam, saat itu waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB, kami melanjutkan perjalanan lagi. Alhamdulillah..macet lagiiii. haha..ya..ya..yaa..mari berusaha menikmati. Alhamdulillah, setelah istirahat mood anak2 mulai bangkit, Tifa kembali ceria dan fawwaz kembali bergeliat :D
Kali ini Tifa gantian duduk didepan menemani ayah menembus kemacetan. Sembari mengisi kehampaan, bersama2 mereka muroja'ah surat2 pendek yg sudah dihafal oleh Tifa. Serruuuu!! hingga jeda waktu maghrib kami mampir ke SPBU untuk sholat sekalian isi bensin. Batere Tifa tampaknya mulai meredup, pun dengan adiknya yg sudah terlebih dulu terlelap.
Hingga waktu 'isya kami blm juga sampai, akhirnya lapar melanda dan kami mampir makan soto kudus di daerah buah batu. Saya pesan soto kudus, ayah pesan rawon dan tifa pesan mie goreng kesukaannya. semua enaaakk, harganya pun terjangkau. Perjalanan tidak jauh dari rumah, tapi tifa sudah tidak kuasa menahan kantuk, akhirnya dia ikut terlelap menyusul adiknya.

Alhamdulillah, jam 21.00 WIB kami sampai di rumah. Fiuuu..buka pintu, tarraa...rumah super berantakan. hiks. yaa..karena pagi tadi tidak sempat beberes. Akhirnya, dengan sisa tenaga, saya bergegas beresin rumah, nyapu, mandi, ganti bajunya fawwaz, sholat lalu mijitin si ayah yang sambat kakinya pegel.

Esoknya, meski masih capek, semua Gembiraaaa. Alhamdulillah ^_^
Pemandangan dalam kawasan taman kelinci ciwidey


Fawwaz betaaahhh
Pendopo tempat makan, ada pilihan yg lain juga
Mushola, masih seperti bangunan baru, tp karena sepi jadi seolah kurang terawat
Pilih 1 atau 2? saya pilih tigaaaa :D





Wednesday, April 30, 2014

Singkong Thailand

Bismillah..

Olahan singkong ini favorit bangeeettt. Tiap ada singkong, kalo ga dibikin pohong keju ya dibikin singkong thailand ini. Suami suka, anak2 suka, saya suka karena emang enaaaakkk.
Saya tahu olahan singkong yg satu ini dari mbak myrna, setelah nyobain sekali langsung jatuh cinta dan jadi langganan olahan singkong di rumah. Makasi ya mbaak :)



Bahan :
3 kg singkong, dibuang kulit dan dipotong-potong tebal 11/2 cm (jadi kurleb 2 kg)
1 sdm garam
5 lbr daun pandan
3,5 ltr air
500 gr gula pasir atau sesuai selera

Bahan Saus :
1 ltr santan kental dari 2 butir kelapa
2 sdt garam atau sesuai selera
5 lbr daun pandan
30 gr tepung sagu dan 150 ml air, dilarutkan utk pengental (saya pakai tepung beras)
50 gr wijen untuk taburan, disangrai

Cara Membuat :
1. Rebus singkong, garam, daun pandan dalam 3,5 ltr air sampai matang dan empuk
2. Tambahkan gula pasir. Masak sambil diaduk sampai mengental. (Jangan memasukkan gula pasir jika singkong belum empuk karena akan membuat singkong susah untuk empuk)
3. Saus : Rebus santan kental, garam, dan daun pandan sambil diaduk sampai mendidih.
4. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup
5. Sajikan singkong dengan saus dan taburan wijen sangrai.

Lemet Singkong

Bismillah...

Monthly event pawon ibu bulan ini mengangkat tema tentang kuliner jadul khas nusantara. Hampir sebulan berlalu daaann, aku belum juga memutuskan mo bikin apa. Hoho. Ehh..giliran dah nyadar tanggal 1 Juni dah didepan mata. eaa..mulai semangat, pengen bikin ini, pengen bikin itu, tapi realisasinya? cuma ini doaaang #huuuu
eh ga juga ding, hari ini sebenarnya aku bikin gulali. tapi ternyata gagal oiii..entah apa salahku gulalinya ga bisa seperti yg kubayangkan. tapi yasudlah, setidaknya sudah usaha ^_^


Lemet dulu sering dibikin oleh Bapak, Beliau ini jagoo banget marut. Spesialis tukang parut dirumah (hehe..maap ya paakk). Urusan linting melinting dan semat menyemat beliau juaraa, rapi jaliii..anak wedok mah kalaaahh. Makanan sederhana gini wenaaakk, sederhana tapi bikin gini aja masih harus kursus singkat by phone sama Bapak. 


Takaran dalam resep ngasal pun jadi kok,karena menurutku rasa singkong sendiri sudah enak, gurih. Apalagi ditambahi kelapa muda yang sengaja dipotong kotak (bukan diparut), agar tercipta sensasi klethus-klethus saat makan. Tapi demi memudahkan ngasalnya, berikut sy sertakan resep yg sebenarnya juga ngasal (ala saya) :D kurang lebihnya bisa disesuaikan dengan selera. 

Bahan :
750 gr singkong (berat setelah dikupas), parut
120 gr gula merah, sisir
100 gr kelapa muda,p potong kotak kecil

Cara membuat :
1. Campur semua bahan, uleni hingga tercampur rata (saat ini boleh diicipi kok, untuk menyesuaikan dengan selera)
2. Bungkus dengan daun pisang membentuk bulat lonjong, tekan2 hingga agak cemet lalu semat dikedua ujungnya
3. Kukus selama lebih kurang 30 menit
4. Garang (panaskan tanpa ditambah apapun) diatas wajan datar hingga daun kehitaman. Dulu, ibu sering menggunakan nanangan (wajan cekung dari tanah liat), aroma daun pisang, berpadu panas dari tanah liat menciptaka aroma lemet yang adduhaaii ^_^


Lemet yang mengingatkanku pada Bapak dan Ibu, jaman dulu mana ada jajanan aneh2. Kebanyakan bikin sendiri, kalau bukan oleh Ibu ya oleh Bapak, karena keduanya sama2 bisa memasak. Semoga Allah senantiasa menjaga Bapak Ibu, memberikan taufik dan hidayah kepada keduanya. Love you both :)

Friday, April 18, 2014

Cake Singkong Keju

Bismillah..

Cake ini super duper enak sekaliiii..duuhh, bener2 jatuh cinta deh ma cake yg satu ini. lembut dan nyuzz. Rasa singkong berpadu dengan keju, aahhh..heaven deh #lebbayy
Beneran lho, rasanya unik. Karena tanpa tepung, tanpa pengembang sintetis, makan pun berasa aman. Resep berasal dari mbak Nana wardhani dari grup NCC, dan ikut dipraktekkan oleh ibu-ibu yang lain. Makasi banyak ya mbak. Bakal jadi salah satu resep favorit nih ^_^


Bahan2 dalam cake ini simpel, hanya saja, yg sedikit merepotkan adalah marut singkongnya ittuhh. Fiuu..olah raga lengan euyyy. Tapi kalau lihat hasilnya, sepadan lah ma usahanya, enyaaakkk!!
Lain kali sepertinya akan sy coba menggunakan tepung mocaf (modified cassava flour), masih tahap pesen tepungnya sih :)



Ingredients :
500 gr singkong, parut halus lalu peras, Ambil ampasnya.
130 ml santan kental (santan instan Kara kemasan 65ml + air 65ml)
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanilli (aku ga pakai)
4 butir telur
150 gr gula pasir
100 ml minyak sayur
60 gr keju parut utk campuran di adonan (aku pakai 100 gr biar puasss)
50gr keju parut utk taburan (aku ga pakai)

How to :
1. Panaskan kukusan. Siapkan loyang ukuran 18 cm, oles tipis dengan margarin
2. Campur singkong, santan, vanilli, dan garam. Sisihkan.
3. Mixer dgn spedd tinggi gula dan telur sampai mengembang dan kental berjejak
4. Masukkan campuran singkong sedikit2 dengan mixer kecepatan rendah.
5. Masukkan minyak sayur. Aduk rata dengan spatula.
6. Masukan parutan keju. Aduk rata. lalu tuang ke loyang lalu kukus selama 30menit
7. Angkat lalu segera keluarkan dari loyang dan dinginkandiatas rak kawat


hmmm..kebayang kan nikmatnya. 1 slice is never enough!! :)

Best Banana Cake ever

Bismillah...

Banana cake? ga pernah bosen dengan olahan pisang yang satu ini. Segala rupa resep banana cake sudah sy coba, kayaknya semua enak deh. tapiii...menurutku ini yang paling enak. Yup!! beberapa waktu lalu mbak R Rachmah posting cake ini di FB. duhh..langsung kebayang rasanya, teksturnya yang empyuk ituu hmmm. Lalu mbak Nina juga bikin cake yang sama. Review dari beliau berdua sama, cake ini enak pake banget. Makasi ya mbak embak :) Pantes dong ya kalo sy menyebutnya best banana cake ever ^_^


Resep berasal dari Life, Love and Sugar, hanya sy sesuaikan dengan persediaan bahan yang ada di rumah, dan tentu saja mengurangi takaran gula dalam jumlah signifikan hingga manisnya terasa pas di lidah. Selain itu, resep asli menggunakan filling buttercream  dan irisan pisang sebagai topping, sy ga pakai, selain karena faktor ribet dan males bikin, sy suka rasa cake apa adanya. Penggunaan sour milk/buttermilk bisa juga diganti dengan yoghurt, keduanya sama2 menjadikan cake bertekstur lembut. Selama 2 bulan ini, sy sudah membuat banana cake ini sebanyak 4x, enak dan lembut banget, jadi resep favorit deh ^_^

Versi cup cake nya, sy beri tambahan ground flaxseed

Ingredients :

1/2 cup (115 gr) unsalted butter
1 cup gula (225 gr) gula, sy hanya gunakan 170 gr gula
2 butir telur
2 1/4 cups (250 gr) tepung terigu, sy gunakan tepung terigu protein rendah
1/2 sdt baking soda
1 cup (2-3 buah) pisang, hancurkan dengan garpu
1/4 cup sour milk/buttermilk (tambahkan 1 sdt air jeruk nipis dalam susu cair, bisa diganti dengan yoghurt
1 tsp vanilla(sy ga pakai)

How to :
1. Panaskan oven 180'C. Siapkan loyang, oles margarin dan alasi kertas roti lalu oles lagi dengan margarin
2. Campur dan ayak terigu dan baking soda, sisihkan
3. Kocok butter dan gula hingga lembut/creamy 
4. Masukkan telur satu per satu lalu kocok rata
5. Masukkan campuran terigu dan baking soda, aduk asal tercampur rata aja
6. Masukkan pisang, buttermilk dan vanilla (jika pakai), aduk rata
7. Tuang dalam loyang lalu panggang selama 25-30 menit. Lakukan tes tusuk
8. Keluarkan dari oven, diamkan dalam loyang selama 5-10 menit lalu pindahkan ke atas rak kawat hingga dingin




Nahh..kebayang kaaan lembutnya..hmmm ^_^

Donat Kentang Anti Gagal

Bismillah...

wushh..wushh..wushhhh..bawa kemoceng, bersihin debu yang menumpuk. hihi
sudah lama sekali tidak ngisi blog. Disamping mood motret sedang raib, rasa-rasanya waktu banyak tersita untuk aktivitas sehari-hari di rumah. Ini juga foto sudah lumayan lama, ngendon aja di kompie. Berhubung besok pak suami libur, setrikaan belum menumpuk, semangan juga sedang ada, yuk ah ngisi blog dulu ^_^


Donat ini sudah pernah sy posting sebelumnya disini, masih setia dengan resep yg sama dari bun yulyan. Cemilan favorit di rumah dan paling sering sy bikin, baik untuk dimakan sendiri atau untuk pesanan. Alhamdulillah semua bilang enak. Suami bilang salah satu best dish sy adalah donat kentang *blushing

here is the recipe,
Bahan-bahan :

500 gr kentang, kukus, kupas, haluskan, dinginkan
1/2 kg tepung terigu (250 gr terigu protein sedang, 250 gr terigu protein tinggi)
11 gr (1 bungkus) fermipan
4 sdm susu bubuk
4 sdm gula pasir (kl toppingnya ga manis, tambah 1 sdm lagi)

4 bt kuning telur
4 sdm unsalted butter
1 sdt garam

how to :
1. Campur terigu, gula, fermipan, susu bubuk, aduk rata
2. Masukkan kuning telur, aduk
3. Masukkan kentang, uleni hingga hampir kalis
4. Masukkan butter dan garam, uleni hingga kalis dan elastis
5. Tutup adonan dengan plastic wrap, diamkan selama 20-30 menit hingga mengembang (tergantung cuaca).
6. Kempiskan, cetak lalu diamkan sekitar 20 menit
7. Panaskan minyak cukup banyak, setelah panas, kecilkan api lalu goreng hingga kuning kecoklatan
8. Angkat, tiriskan lalu dinginkan
9. Beri topping sesuai selera (kali ini sy beri topping milo)
 

Catatan :
1.  Sy pakai cetakan donat berbentuk cutter, jadi adonan digiling dengan ketebalan tertentu, lalu potong2 dengan cetakan. Ketebalan menentukan besar kecilnya donat, kali ini sy buat ukuran kecil
2. Agar donat tidak terlalu terasa berminyak, biasanya sy tambahi 1 sdm shortening/mentega putih kualitas bagus ke dalam minyak.
3. Agar bentuk donat bagus, gunakan sumpit saat menggoreng. Letakkan sumpit di bagian yg berlubang, lalu putar2 hingga mengembang 
3. Donat kali ini sy tambahi flaxseed yg telah dihaluskan sebanyak 50 gr, sehingga takaran terigu dikurangi 50 gr juga.