Showing posts with label Olahan bersantan. Show all posts
Showing posts with label Olahan bersantan. Show all posts

Wednesday, April 30, 2014

Singkong Thailand

Bismillah..

Olahan singkong ini favorit bangeeettt. Tiap ada singkong, kalo ga dibikin pohong keju ya dibikin singkong thailand ini. Suami suka, anak2 suka, saya suka karena emang enaaaakkk.
Saya tahu olahan singkong yg satu ini dari mbak myrna, setelah nyobain sekali langsung jatuh cinta dan jadi langganan olahan singkong di rumah. Makasi ya mbaak :)



Bahan :
3 kg singkong, dibuang kulit dan dipotong-potong tebal 11/2 cm (jadi kurleb 2 kg)
1 sdm garam
5 lbr daun pandan
3,5 ltr air
500 gr gula pasir atau sesuai selera

Bahan Saus :
1 ltr santan kental dari 2 butir kelapa
2 sdt garam atau sesuai selera
5 lbr daun pandan
30 gr tepung sagu dan 150 ml air, dilarutkan utk pengental (saya pakai tepung beras)
50 gr wijen untuk taburan, disangrai

Cara Membuat :
1. Rebus singkong, garam, daun pandan dalam 3,5 ltr air sampai matang dan empuk
2. Tambahkan gula pasir. Masak sambil diaduk sampai mengental. (Jangan memasukkan gula pasir jika singkong belum empuk karena akan membuat singkong susah untuk empuk)
3. Saus : Rebus santan kental, garam, dan daun pandan sambil diaduk sampai mendidih.
4. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup
5. Sajikan singkong dengan saus dan taburan wijen sangrai.

Friday, September 6, 2013

Parade Hidangan bersantan

Bismillah...

Menjelang awal bulan September, artinya monthly event Pawon Ibu bulan ini akan segera berakhir. Alhamdulillah, bisa ikut meramaikan, ramai banget malah. setor 4 boooo!!!! heheh...
Tak disangka, ternyata lumayan pengkonsumsi santan juga oiii. Gak pa pa yaaa, prinsipnya makan apa saja yang halal itu boleh, asal tidak berlebihan...Menjaga asupan makanan di masa muda untuk bekal kesehatan yang tetap prima di masa tua :)

Sebenarnya santan bukanlah makanan yang buruk, bahkan kaya akan zat besi. Kandungan mangan pada santan mencakup 110 % dari kebutuhan harian tubuh kita. Selain itu santan juga mengandung magnesium, pospor, potassiun, tembaga, selenium, seng, folat dan vitamin C. Juga sejumlah vitamin lainnya; vitamin E, K, thiamin, niacin, kolin, asam pantothenic dan kalsium. Oleh karenanya, National Heart Foundation dan American Heart Association tetap menganjurkan konsumsi santan dalam takaran wajar. (detik.com)

nah kaann..jadi mengapa musti takut, sehat kok, asal memperhatikan cara mengolahnya dan TIDAK BERLEBIHAN!! :)

Setoran pertama bertema santan ini sudah saya publikasikan di blog pada postingan sebelum ini. Tapi biar guyub rukun damai sentosa, marilah kita gabungkan masakan2 bertema santan yang sudah saya masak sebagai setoran monthly event pawon ibu

1. Ikan nila Acar Kuning
resepnya bisa dilihat pada postingan saya sebelumnya disini

2. Sambel Tumpang khas Kediri
Sambel yang satu ini juga menggunakan santan sebagai pelarut bahan. Sesuai permintaan suami, kali ini saya buat sedikit berbeda dari biasanya. Yup..saya buat seperti kuah tapi kental, khas sekali seperti beberapa tempat makan tumpang di kediri. Nasi beserta sayuran disiram dengan kuah sambel tumpang yang banyaaaak, hmm..so yummeeeehhhh!! :)


satu resep jadinya banyaaakkk, dan segitu banyak habis dalam sehari. Alhamdulillah ^_^
resepnya sedikit modifikasi dari resep pada postingan terdahulu, tapi santannya dibanyakin, dan karena santannya banyak maka pengentalnya pun juga ditambah.

150 gr tempe (sy padukan tempe bosok/semangit dengan tempe biasa, takaran sesuai selera, kalau sy biasanya pakai perbandingan 1:1)
5 buah cabe merah besar, buang bijinya
5 buah cabe rawit (bisa ditambah jika kurang pedas)
4 siung bawang putih
6 buah bawang merah
3 lembar daun jeruk
0,5 cm kencur
2 cm lengkuas
2 lembar daun salam
1 sdt gula, 1 sdt garam (kira2 yaa..bisa ditambah/dikurang agar pas)

secuil gula merah
1 genggam (50 gr) udang rebon
santan sekitar 500 ml (bisa ditambah/dikurangi sesuai selera)

air sekitar 150 ml
3 sdm munjung tepung maizena, larutkan dengan air

cara mengolah:
1. Bungkus tempe, bawang merah dan putih serta cabe dalam daun pisang, ikat lalu rebus hingga matang
2. Haluskan tempe. haluskan rebusan bumbu dengan gula, garam, kencur

3. Masak tempe, bumbu halus, daun salam, lengkuas, daun jeruk dengan air secukupnya hingga matang dan air mulai menyusut
4. Masukkan santan, masak hingga mendidih
5. Kentalkan dg larutan maizena



Sayuran (bisa apa aja sih):
sawi, petiki, rebus
pepaya muda, serut, remas2 dengan garam, cuci, rebus
Kacang panjang, rebus
Taoge, Rebus

Pelengkap :

Rempeyek/kerupuk puli
Tahu
Tempe
hmmm..tampak eksotis yah. asli wenaaakkk!! menghabiskan segitu banyak aja masih kurang. Ini masih proses membusukkan tempe, semoga senin bisa dipakai buat nyambel tumpang lagi. hehe..ketagihaaannn!! :D

3. Sayur Lodeh
Ada ga ya orang jawa yang belum pernah masak, even makan (ato sekedar ngincip), sayur lodeh? yup, sayur ini adalah sayuran yang merakyat di berbagai kalangan. Sayur bersantan yang terdiri dari bermacam-macam isian baik sayuran maupun daging2an, lauk ini cocok sebagai teman makan nasi atau lontong. Biasanya, saya bikin sayur ini dengan versi yang tidak pedas agar Tifa bisa ikut makan, ga repot musti nyiapin menu yang lain. Tapiii, karena pas mudik lebaran lalu bawa tiwul instan khas pacitan, akhirnya kali ini sayur lodeh saya bikin versi peddass. Di Nganjuk, daerah asal saya, sampai saat ini masyarakat di pegunungan masih setia mengkonsumsi tiwul sebagai makanan pokok, adakalanya dicampur dengan nasi. Nahh, sayur yang pas untuk menemani si tiwul yang rasanya cenderung hambar adalah sayur lodeh super pedas. Meski rasa tiwul instan jauh dari rasa tiwul segar, tapi lumayan lah mengobati rasa rindu menyantap hidangan khas desa.

Resep sayur lodah kayaknya fleksibel banget ya, banyak variannya yang tentunya masing-masing menghasilkan citarasa yang khas. Pun dengan resep sayur lodeh ala saya ini, resep asli dari Ibu dengan penyesuaian bahan dan selera. Karena suami doyan banget ma cecek atau kulit sapi, jadilah lodeh di rumah kami menggunakan cecek sebagai salah satu bahan utama.

bahan : (isian sesuai selera ya)
kacang panjang, potong2 5 cm
1 buah terong, kupas berseling, potong2, rendam dalam air
250 gr kulit sapi, rebus hingga lunak, dinginkan, potong2
3 buah tahu, potong2, rebus hingga matang
1/4 papan tempe, potong2, rebus hingga matang
Santan encer
Santan kental

bumbu :
5 siung bawang putih, iris tipis
3 buah bawang merah, iris tipis
2 buah cabe merah, buang bijinya, iris serong
2 buah cabe hijau, iris serong
10 buah cabe rawit, iris serong
2 cm lengkuas
2 lembar daun salam
1/2 sdt terasi matang
2 sdt ebi
gula dan garam secukupnya

Cara mengolah :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum
2. Masukkan semua cabe, lengkuas dan daun salam. masak hingga cabe layu dan matang
3. Masukkan santan encer, tunggu hingga mendidih sambil sesekali diaduk lalu masukkan kacang panjang. Masak hingga setengah matang
4. Masukkan terong, kulit sapi, tahu dan tempe. Masak hingga mendidih kembali, bumbui dengan gula, garam, terasi dan ebi
5. Masukkan santan kental, sesekali aduk hingga mendidih, icipi dan masak hingga semua bahan matang. Matikan api

Nutrisinya sudah lengkap, jadi tidak perlu memasak lauk lain. Cukup nasi atau tiwul dan krupuk! :)

4. Bubur Kacang Hijau
Fiuuu...akhirnya sampai pada hidangan ke-4. butuh berhari hari boo untuk nulis gini di blog *sigh
eh, ga ding, aslinya 2+1 hari, kepending karena ga sempat buka kompie. harap maklum ya, baru bisa ngadep kompie setelah anak2 tidur dan cucian beres, blm lagi kalo musti masak buat makan malam. Mana beberapa hari lalu Fawwaz rewel banget, akan tumbuh gigi jadi mungkin ngerasa something new yang ga nyaman di tubuhnya, jadi pola rewelnya pun berbeda dari biasanya. *lahh..malah curcoll :p. 

Yup, setoran ke-4 ini, saya bikin bubur kacang hijau khas surabaya. Kacang hijau-nya tampil agak tidak biasa, karena setelah direbus hingga sangat lunak, si kacang hijau kemudian dikentalkan dengan sedikit tepung beras. Pun demikian dengan kinca santannya, agak kental karena ditambah dengan larutan tepung beras juga. 

Cara pembuatan burkangjo ini hasil mengingat-ingat resep burkangjo-nya mbak Myrna recy, thanks ya mbak, jazaakillah khair :) untuk perasa tambahan bisa disesuaikan dengan selera, kali ini sy tambahkan kayu manis dan jahe, perpaduan yang pas untuk dikonsumsi orang rumah yang saat itu lagi pada sakit

bahan bubur:
250 gr kacang hijau
air secukupnya untuk merebus
4 cm kayu manis
1 ruas jahe, keprek
2 lembar daun pandan
9 sdm munjung gula pasir (sesuaikan ma selera yaa)
1/2 sdt garam
3 sdm tepung beras, larutkan dengan air

cara membuat :
1. Panaskan air hingga mendidih, masukkan kacang hijau. Jika air mulai menyusut, tambahkan air lagi. Masak hingga kacang hijau empuk
2. Masukkan kayu manis, jahe, gula, garam. Aduk hingga aromanya keluar, cicipi untuk menyesuaikan dengan selera
3. Masukkan larutan tepung beras, aduk-aduk hingga mengental. Angkat

bahan kinca :
1 bungkus santan instan (65 ml) tambahkan air secukupnya
3/4 sdt garam
2 lembar daun pandan
2 sdm tepung beras, larutkan dengan air

cara membuat :
1. Panaskan santan bersama garam dan daun pandan hingga mendidih
2. kentalkan dengan larutan tepung beras

Hidangkan bubur kacang hijau bersama kuah santan 

Alhamdulillah selesaiiiiiiii

Semoga bermanfaat yaaa :)


Saturday, August 24, 2013

Ikan Nila Acar Kuning

Bismillah..

Yeaaaayyyyy!!..alhamdulillah bisa ikut meramaikan event PI bulan ini *sujud syukur ga akan disawer uyah ma bu host* Sebenernya sih bingung mo masak apa buat setoran (jangan sampe deh mikir ga akan nyetor), hingga beberapa hari yang lalu mang tukang sayur hanya menyisakan ikan nila di gerobaknya (ayam sih banyak, tp buoseeen ma ayam). Tarraa..yang kepikir si nila pengen dimasak acar kuning aja (afdolnya sih pake ikan mas, tapi pen-substitusi-an sah-sah aja kok). Untuk hidangan lauk, usahakan tidak menggunakan santan instan yah, karena lumayan berpengaruh ke rasa. Sedangkan untuk hidangan dessert, boleh lah pakai santan instan (santan segar tetap rekomendasi nomer 1)


Sebenernya tergolong agak ribet masak beginian untuk ibu dengan balita super aktif dan bayi yang pengennya nempeeel aja ma maknya. Tapiii...demi PI aku rela membiarkan anak-anakku ngesot dilantai menemani umminya masak (lha emang biasanya ga kayak gituh) :D *yang lebay dapat doorprize ga yaaaa...hihihi


Resep ini adalah hasil modif sana sini, baru pertama kali bikin tapi alhamdulillah cocok dengan rasanya. Santannya kental gurriiihhhh :D Cocok jadi teman nasi kala makan siang

Bahan:
5 ekor (1 kg) ikan nila ukuran sedang, bersihkan dari insang, jeroan dan sisiknya
1 buah jeruk nipis
garam secukupnya

1/2 wortel impor, potong kotak memanjang
1 buah ketimun, potong kotak memanjang
3 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris serong


Bumbu Halus:
5 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 butir kemiri, sangrai
2 cm jahe, sangrai
2 cm kunyit, sangrai
1/2 sdt munjung ketumbar, sangrai
1/4 sendok teh merica bubuk

Bumbu Lain :
1 sdt garam
1 sdt Gula pasir

300 ml santan

3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
1 batang serai, ambil putihnya, memarkan
1 sdm cuka masak (aku ganti dengan jeruk nipis)
1 batang daun bawang, iris serong


Cara membuat :
1. Lumuri ikan nila dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan 15 menit.
2.Cuci lagi dengan air mengalir. Lumuri dengan tepung beras, goreng dalam minyak panas hingga kering
3. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus,serai dan daun jeruk sampai harum. Masukkan wortel, ketimun, dan cabai merah iris. Aduk sampai layu.
4. Tambahkan garam, gula pasir, dan santan. Masak sampai matang. Masukkan ikan. Aduk rata. Tambahkan cuka dan daun bawang. Aduk rata.

Semoga bermanfaat ^_^

Friday, July 5, 2013

Kare Kulit Sapi

Bismillah...

Kulit sapi a.k.a Cecek adalah salah satu makanan favorit suami, jadi berbagai olahan cecek pun sudah sy coba, mulai dari lodeh, tumis kecap, balado. Nahh..kali ini sy coba masak menggunakan bumbu kare. Bukan tanpa alasan sy berani menguji cobakan kare dengan kulit sapi ini, pertama karena kulit sapi yang sy peroleh dari mang sayur ini tebel banget, mirip yang di rumah makan padang itu lhoo, manteb banget tebelnya, ga mahal lagi *ujung2nya ini* hihi. Trus yang kedua karena sy menemukan garam masala dari timbunan bahan di lemari makan. hihihi

oiyaaa, sedikit cerita ya. minggu lalu sy mulai nyicil beberes rumah. Bisa dibilang sebagai tradisi menjelang ramadhan gt lah, jadi memudahkan acara masak memasak dan menyegarkan mata tentunya :)
Beberes dimulai dari lemari dapur yang aduhaaaiii buerantakannya. Mulai dengan mengeluarkan seisi lemari, dibersihkan, barang2 yang sudah tidak terpakai disingkirkan, dan *karena barusan mborong berpuluh kontainer* memilah bahan2 makanan yang nantinya akan disusun rapi dalam kontainer yang telah diberi label. Nampak sepele yah, padahal ngerjain gini aja luamaaa banget, sambiannya banyak soalnya.
Lemari dapur beres, lanjut bersihin rak buku. Menata ulang buku2 yang jadi berantakan *padahal jarang dibaca loh*, mengalokasikan space khusus di lemari untuk area Tifa (buku, alat2 coret, dll). Laci2 dibersihkan, dan tidak lupa barang2 yang sudah tidak terpakai dibuang. Hal ini penting untuk menjaga rumah agar lebih efisien, tidak banyak tumpukan barang2 tidak berguna yang akhirnya hanya menghabiskan tempat yang terbatas di rumah. Harus kejam untuk urusan begini *kadang merasa sayang sih* :(
Setelah sempet terhenti beberapa hari, lanjut bersihin kulkas, cuci2, sortir2, semua bahan masuk kontainer, dan beres, selesai dalam2 jam! :D

oke, lanjut ke kare lagi. hehe. Mengenai garam masala, sy beli waktu liat2 bahan aneh2 di setiabudhi supermarket, setelah dibeli eee nganggur lamaaa sampai akhirnya sy bikin kare ini *alhamdulillah blm expired* hihi. Berdasarkan referensi dari om Wiki, garam masala adalah bubuk rempah-rempah hasil racikan untuk  masakan India. Dalam bahasa Hindi, garam berarti panas (bukan pedas), dan masala berarti racikan rempah-rempah. Bubuk ini ditambahkan ke dalam masakan sebagai penambah aroma. Walaupun bahan garam masala bisa berbeda-beda menurut daerahnya di India, namun garam masala umumnya dibuat dari lada (hitam/putih), cengkeh, daun salam koja,cabe jawa, jintan hitam, jintan, kayumanis, kapulaga (hitam, coklat, hijau), biji pala, fuli, bunga lawang/pekak. Semua bahan dihaluskan menjadi satu hingga menjadi bubuk halus.


Bumbu kuahnya sama aja dengan resep kare pada umumnya, tapi yg ini rasanya lebih ringan karena sy pakai garam masala yg tidak banyak. Jika ingin rasa yang lebih tajam, garam masalanya boleh ditambah sesuai selera. Untuk isian, bisa pakai daging sapi, daging ayam, iga, kikil, telur, kentang, apa lagi yaa...kuahnya aja enak sih, cocok aja dikasi isian macam2.


Ingredients :
1/2 kg kulit sapi tebal, cuci bersih, rebus sebentar sampai mendidih untuk membuang kotoran yg masih menempel
2 buah kapulaga
1 buah bunga lawang/pekak
5 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
3 lembar daun salam
2 batang Sereh
1 buah bawang bombay ukuran besar, rajang halus
2 cm lengkuas, memarkan
3 cm Kayu manis
1 buah tomat,potong kotak
400 ml santan kental (bukan kental seperti santan instan lho ya, kekentalan bisa disesuaikan ma selera)



bumbu halus :
2 siung Bawang putih
1/2 ruas jari  kunyit
4 buah cabe merah
1 cm jahe
1/2 sdt ketumbar
1/2 sdm garam masala bubuk (kalau ga ada bisa diganti bubuk kare)
 1/2 sdm garam
sejumput gula pasir

How to :
- Tumis bawang bombay hingga layu, masukkan semua rempah, tumis sesaat
- Masukkan bumbu halus, tumis hingga harum.
- Masukkan kulit sapi, aduk rata dengan bumbu lalu tuangi air secukupnya. Rebus hingga kulit empuk
- Tuang santan, aduk2 hingga mendidih. Angkat, sajikan selagi hangat

Selamat mencoba :)

Thursday, June 20, 2013

Sayur Bobor Bayam

Bismillah...

Salah satu yang aku suka dari memasak adalah..selalu ada ruang untuk berusaha meningkatkan kemampuan, bereksperimen dengan bumbu untuk mendapatkan citarasa masakan yang pas di lidah. Trial and error berkali kali, ga pernah menyerah meski kadang gagal, meski kadang ga enak, dan merasa pede kalo masakan dah enak padahal diluar sana banyak ibu2 yg bisa masak jauh lebih enak. hehe..tapi inilah seninya memasak, belajar dari kegagalan dan belajar untuk meningkatkan kesuksesan *ceilah :D

Seperti resep yang satu ini nih,  Aaahhh..dah biasaaaa banget masak sayur bobor, dan merasa dah berhasil memformulasikan bumbu yang cukup enak dilidah, dan pastinya anak dan suamiku suka. Awalnya nyontek resep dari buku masakan yang dikasi adikku sebagai kado pernikahan, tau aja kalo mbaknya ga jago masak :p kayaknya sih enak2 aja tuh. Eee..dapet masukan dari ibu, kalo sayur bobor ituuuu...yg ga boleh ketinggalan juga adalah tempe bosok, juaranya "bumbu penyedap" wong jowo dari jaman baheula. Okee..selanjutnyaaa...aku hampir selalu nyetok tempe bosok di kulkas. Oiya, cerita tentang tempe bosok dulu yaa. Awalnya aku mengira kalo ga bisa ngebusukin tempe di iklim seperti bandung ini. Kalo dibiarin, tempe cenderung mengering, bukannya membusuk seperti yang umum terjadi seperti di jawa timur. Trus nyobain cara lain lagi, tempe dibasahin trus bungkus pake kresek, eh..ga berhasil juga. Ahh..trus menyimpulkan kalo ga bisa nih mbusukin tempe disini. Ternyata eh ternyata, ada hikmahnya aku sering membiarkan bahan makanan terbengkalai di kulkas dan akhirnya ga termasak dan berakhir di tempat sampah *eh, tidak untuk ditiru yaa :D si tempe yg lama semedi di kulkas meski luarnya terlihat mengering tapi ternyata dalemnya membusuk lho, ciri2nya warna tempe coklat2 keabu2an gimanaa gitu *piye ngene ki?! dan baunya..hmmm..syedap boowww..mengundang lalat :D tapi bau yang menipu ini berhasil bikin masakan muanteb jaya.
Balik lagi soal sayur bobor, dengan resep dari si buku masakan itu, aku tambahin tempe bosok. dan bener aja, rasanyaaaa..dari cukup enak meningkat jadi enak! lak manteb thooo :D
Merasa sudah cocok ma resepnya, ahh..pede doong, sampai suatu ketika...aku dikasi sayur bobor ma tetanggaku (tetanggaku ini orang madiun, masakannya pake resep2 jadul ala mbah2 jawa. Enak deh), dengdooongg..langsung deh, terkewer2 hatiku ma sayur bobornya *halah. Berikutnyaaa..bisa dipastikan, aku minta resep sedetil2nya :D #untuk urusan kayak gini, ga ada istilah malu untuk KEPO :D
Kemarin baru praktek, daaannn...nyamnyamnyaaaammm, enaknya juaraaaa!!! :D


Bahan :
1 ikat bayam, siangi, cuci bersih
1 buah labu siam ukuran sedang, potong2 tipis
1 buah wortel, kupas, potong2 tipis
2 buah tahu, potong2, rebus hingga matang

Bumbu :
4 siung bawang putih
2 buah bawang merah
2 buah kemiri, sangrai
1 cm kencur
1/2 sdt ketumbar
1 sdt garam
1 sdt gula
4 cm tempe bosok, bungkus daun lalu kukus hingga matang
3 cm lengkuas, keprek
2 lembar daun salam
850 ml santan sedang

Cara memasak :
1. Haluskan bawang putih, bawang merah, ketumbar, kemiri dan kencur. Penyet sebagian tempe bosok hingga nyaris hancur, sebagiannya penyet kasar aja
2. Masak santan sambil sesekali diaduk hingga mendidih. Masukkan wortel, masak sesaat sampai setengah matang, masukkan labu siam, biarkan sesaat. 
3. Masukkan bumbu halus dan tempe bosok beserta daun salam, lengkuas, gula dan garam. Koreksi rasanya
4. Jika rasanya sudah pas, matikan api, masukkan bayam. Biarkan hingga dingin, bayam akan matang sendiri (ato kalau pengen segera dinikmati, masukkan bayam menjelang wortel dan labu siam matang)

Well, selamat mencoba, pastikan menambah bumbu cinta didalamnya. Pasti deh, dijamin rasanya tambah mantaabbb ^_^