Showing posts with label Ikan. Show all posts
Showing posts with label Ikan. Show all posts

Friday, May 22, 2015

Nasi Liwet Bakar Ikan Tongkol

Bismillaah...

Whoaaaa...lama niaaaaannn ga nyambangi blogku inih. Jangankan nulis, ngintip aja enggak. hohoho
Mohon maklum pemirsah, sejak Tifa sekolah aktifitas sy juga ikut bertambah. Yang biasanya pagi masih santai2 ketjeh, glimpang glimpung dikasur, musti segera bergerak ke dapur nyiapin sarapan dan bekal tifa. Yep, sebelum keluar rumah, semua sudah harus makan. Semua aktifitas dilakukan atas skala prioritas, karena mengelola rumah sendirian tanpa asisten itu butuh tekad baja untuk melawan malas. gedubrak gedubruk, sudah biasaaaaa, dari dulu juga gituhh, lha mo minta tolong siapa coba? orang tua jauh (lahh..emang mo nyuruh orang tua momong, masak, ngepel, nyapu, de el el?? plaaakkkk, iso kuwalat kowe nduk) ya ampun curcol banget yah. Kadang pengen juga sih ada yg bantuin momong, momong aja deehh (sekalian nyetrika kalo bisa). wkwkwkwk.
Adakalanya saat malam tiba, sambil nunggu pak suami pulang kantor, selepas ngajarin tifa iqro dan hafalan, selepas bacain buku, dan melepas anak2 dalam mimpi indah mereka, berharap bisa ngadep kompie biar blog ga sepi2 amat, tapi apalah daya, seringnya fisik sdh enggan berkompromi, pengennya segera rebahan, mengendurkan otot yg lelah dan terlelap dalam tidur yg berkualitas. Begitulah sodara sodara, curhat ga penting ini semoga bisa jadi udzur.
Beneran kangen motret makanan dengan niat, edit2 dikit trus publikasikan di blog. Selain untuk mood booster, menyenangkan diri sendiri, siapa tau bisa mendatangkan manfaat yg lebih luas. Dibandingkan hanya nulis resep di fesbuk doang.
Mulai postingan ini, foto makanan berikutnya akan tersaji dengan kualitas yg (semoga) lebih bagus. Malu sama suami kalo kamera yg sudah dibelikan cuma dianggurin aja.
Eh, cerita dulu ya soal si kamera ini. Saya ini type yg ga neko2, ga berharap dengan sesuatu yg tampak diluar jangkauan. Njawani banget ya, tapi begitulah, tau diri dengan kemampuan dan pantang memaksakan diri untuk sesuatu yg sifatnya konsumtif. Suami jg ketat urusan ini, jangan sampai menghamburkan harta untuk sesuatu yg tidak fungsional, bisa mubadzir, dan itu yg disukai syaithon. Sy sudah cukup dengan kamera bawaan handphone dan kamera saku nikon yg sudah ada. Tapi tiba tiba di suatu pagi, sy dikejutkan dengan seonggok kamera DSLR dalam box biru. Agak kucek2 mata, Lohh, punya siapa mas? pinjem ya? buat apa? tanyaku pada pak suami. Doi mesam mesem aja. Asli kaget, soalnya malam saat suami pulang, sy sudah tidur (wkwkwk) kecapean boookk, saat itu nampaknya anak2 bahkan belum tidur. Emang agak limbung gimaaa gitu, saat pagi itu pun, otak masih belum konek kalo itu kamera. Sampeyan gpp tah mas? khawatir dia nglindur atau gimanaaaa gitu, tumben2an ngasi kejutan buat istrinya. sering2 gak papa kok. wkwkwkwk #nglamak
Masih belajar ngutak ngatik, masih katrok dan mungkin juga belum ketjeh paripurna. but, i'll do my best ;)


Ini adalah nasi bakar yg sy kreasikan dari masakan sehari hari. Nasi liwet berpadu dengan tongkol bumbu rujak yg sebenernya ga perlu repot mbungkusi pake daun juga sudah enak. Tapi karena lagi pengen banget makan berbau daun gosong, jadinya nasi dan lauknya dibungkus aja. Rasanya? wenak pooooolll.

Foto menggunakan hp setahun yg lalu, untuk gambaran resep ikan tongkolnya. Kalo untuk nasi bakar, ikannya disuwir2 dulu yah
Resep sebenarnya asal kira2 aja, takarannya pake feeling. Tapi berhubung diposting di blog, jadi sy usahakan mengingat ingat takarannya. kurang lebihnya mohon dimaklumi, bisa ditambah atau dikurangi sesuai selera.

Resep Tongkol bumbu rujak ala Madiun

bahan :
2 buah ikan tongkol ukuran sedang (sekitar 500 gr), cuci bersih, lumuri garam dan jeruk nipis. Diamkan 10 menit, bilas lalu tiriskan. Goreng dengan minyak banyak hingga bagian luarnya kering. Dalam resep nasi bakar, sy gunakan pindang tongkol yg sudah dipotong2, ga repot, cuma tinggal goreng dan suwir2
1 papan petai, iris
1 buah bawang bombay, iris memanjang
1 buah tomat, potong menjadi 8 bagian
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
2 ruas jari lengkuas, memarkan
1 ruang jari jahe, memarkan
10 buah cabe rawit, iris serong. Sesuaikan dg selera, untuk nasi bakar, sy tidak gunakan cabe karena suami dan anak2 tidak bisa makan pedas 
1 batang bawang daun, potong 1 cm 
100 ml air panas 
Segenggam kemangi (khusus untuk nasi bakar) 
gula dan garam secukupnya

bumbu halus : (kalo males nguleg, bisa diiris atau dikeprek, tidak pakai kunir juga gak pa pa)
5 sing bawang putih
3 buah bawang merah
setengah ruas jari kunir

Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus dan irisan bawang bombay hingga harum dan layu
2. Masukkan petai, daun jeruk, daun salam, lengkuas, jahe, serai. Masak hingga harum
3. Masukkan ikan tongkol, aduk rata dengan bumbu
4. Tuang air panas dan biarkan hingga air agak menyusut
5. Masukkan gula garam, tomat, daun bawang, kemangi. Masak hingga air menyusut dan bumbu meresap


Untuk resep nasi liwet, sy nyontek dari blog mbak Isna dengan sedikit modifikasi. Sy tidak biasa mengkonsumsi jenis beras wangi. Kalau ingin wangi, biasanya sy tambahkan beberapa helai daun pandan dan masak bersama nasi dalam rice cooker.

Resep Nasi Liwet

Bahan :
500 gr Beras
2 lembar daun pandan
4 cup air (sesuaikan dg jenis beras)

Bumbu :
10 bt bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
3 lembar daun salam
2 bt sereh, memarkan
1/2 sdt garam
1/4 sdt gula
minyak secukupnya untuk menumis

Cara membuat :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga kekuningan dan harum
2. Siapkan beras, cuci dan masukkan dalam rice cooker
3. Masukkan tumisan bawang dan bumbu lainnya
4. Masukkan air dan masak hingga matang
5. Saat tombol cook sdh mati, biarkan kurang lebih 15 menit hingga nasi tanak. Setelah itu aduk rata dan siap disajikan

Penyelesaian :
1. Panaskan daun hingga layu (bisa dijerang di atas kompor atau dipanaskan dengan terik matahari)
2. Potong2 daun secukupnya dan lap hingga bersih
3. Masukkan nasi liwet, beri dengan tumisan ikan tongkol secukupnya. Bungkus lalu semat dengan lidi
4. Panaskan diatas wajan datar tanpa tambahan apapun hingga daun sedikit gosong

Wednesday, October 9, 2013

Pempek Palembang

Bismillah...

Alhamdulillah, akhirnya mood untuk posting resep ini di blog datang juga. hehe..super moody banget nih, adakalanya kalau sudah kelar dinas malam yang ada capek, pengen cepet-cepet rebahan dan tidur. Kali ini pun demikian, tapi inget2 foto ini lama ngendon, jadilahh..mengumpulkan puing-puing semangat untuk mempublikasikan di blog :D

Sebenarnya saya sudah seriing banget bikin pempek, sudah cocok dengan rasa pempek dan cukonya, dulu dapet resepnya dari mbak sasmeita berliani. Saking seringnya bikin, tibalah waktu sy ingin mencoba sensasi baru dari si pempek ini. Ingin mencoba rasa yang tidak biasa dari yang selama ini sy bikin. Akhirnya googling, dan seperti biasa, nyantol ke blog Teh Ricke Hmm..tampak dari resepnya sih bakal jadi pempek yang enak, let's try :)


Saya bikin setengah dari yang diresepkan oleh teh Ricke (dengan penyesuaian pada takaran tepung), itupun jadinya banyaaakk, bisa sepuasnya makan pempek, berikut konversi setengah resepnya ya,
Bahan A:
25 gram terigu
100 ml air
1 sdm garam
1 sdt gula pasir
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdm minyak goreng (sy paka extra virgin olive oil)

Bahan B:
500 gr fillet ikan gabus/tenggiri, haluskan ~ lebih bagus setelah dihaluskan daging ikannya dibekukan di freezer dahulu, ketika akan dipakai baru dithawing di suhu ruang (ikan bisa disesuaikan dengan selera, pilih ikan berdaging putih untuk kualitas dan ras pempek yang enak. Ikan gabus memberi citarasa yang lembut, aromanya juga tidak tajam, bagi sy pempek dari ikan gabus paling enak. Sedangkan bagi yang menyukai aroma dan rasa pempek yang tajam, tengiri bisa jadi pilihan yang tepat)
100 ml air
1 butir telur, kocok lepas ~ optional jika menginkan pempek yang teksturnya lebih lembut dalamnya (sy pakai 2 putih telur, karena kebetulan ada putih telur nganggur, hasilnya pempek jadi kenyal tapi tetap lembut)

Bahan C:
350 tepung sagu tani. Penambahan tepung sagu bertahap sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dg tangan sampai dirasa sudah cukup dan bisa dibentuk (jangan terlalu lama mengaduk ya, karena bisa menyebabkan tekstur pempek jadi alot/liat)
Air yang banyak untuk merebus pempek
Minyak untuk menggoreng
Telur untuk isian pempek kapal selam

Cara membuat:
1. Bahan A : Campur terigu, air, garam, gula pasir dan bawang putih halus. Aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk-aduk hingga mengental. Angkat. Masukkan minyak goreng, aduk rata dan dinginkan. Simpan di lemari es/kulkas sekitar 30 menit. Sisihkan. (sy simpan semalaman di kulkas)
2. Keluarkan ikan gabus yang sudah dihaluskan dari freezer, biarkan mencair dan dagingnya lemas kembali. Dalam keadaan masih dingin, campurkan air dan telur. Aduk rata dengan tangan hingga homogen.
3. Keluarkan bahan A dari kulkas, campurkan dengan bahan B, aduk dengan tangan hingga rata.
4. Masukkan bahan C (sagu tani) sebagian dulu, kemudian aduk dengan tangan (ujung jari) asal rata saja, jangan diuleni terlalu lama. Tambahkan lagi sebagian, aduk lagi dengan ujung jari asal rata. Hentikan penambahan sagu jika dirasa adonan sudah cukup dan bisa dipulung.
5. Adonan siap dibentuk sesuai selera (kapal selam, lenjer, bulat, dll).
6. Rebus pempek yang sudah dibentuk dalam air mendidih yang diberi sedikit minyak goreng (agar tidak lengket satu sama lain) hingga pempek mengambang. Angkat dan tiriskan . Dinginkan. Pempek siap digoreng.

Pempek kapal selam:
1. Pecahkan 1 butir telur ke cangkir kecil, bila perlu buang putih telurnya sedikit agar isian pempek tidak terlalu penuh sehingga mempersulit dan membuat cepat bocor. Tergantung ukuran telurnya juga. Telur tidak perlu dikocok. Sisihkan.
2. Lumuri kedua telapak tangan dengan sagu. Ambil adonan pempek, sekitar 150 gram atau sesuai selera besarnya. Bulatkan dengan telapak tangan. Tekan tengahnya dengan jari, kemudian perlahan buat lubang hingga berbentuk seperti kantung. Bagian bawah harus lebih tebal dari bagian atas agar adonan tidak bocor saat diisi. Pipihkan pinggiran bibir mangkuk adonan. Setelah lubang dirasa cukup, tuang perlahan telur dari cangkirnya. Jangan terlalu penuh, sisakan space untuk merekatkan.
3. Rekatkan bibir adonan dengan cara dijepit-jepit dengan jari sampai benar-benar menyatu. Cemplungkan ke dalam air mendidih perlahan-lahan. Masak hingga mengapung beberapa lama sampai kira2 telur telah matang. Angkat dan tiriskan


Sedangkan untuk cuko, sy masi setia menggunakan resep dari mbak Lina, rasanya sudah pas bagi lidah kami

Cuko pempek :
500 gr gula merah (pilih gula merah yg warnanya kehitaman untuk rasa yg lebih mantab, kali ini sy menggunakan gula aren hasil pemberian tetangga, menghasilkan cuko yang pekat. Tergantung selera mo pake gula apa ya, kalau sy lebih suka gula merah)
50 gr asam jawa
4 sdt cuka/air jeruk nipis
5 gelas air/ 1 liter
6 siung bw putih,tumbuk halus
2 sdm ebi sangrai,dihaluskan
10 bh cabe rawit (sesuaikan dengan selera)
1-2 sdt garam / sesuai selera.
1 sdt gula pasir

1.Didihkan gula merah, asam jawa,air dan cuka. setelah gula larut,angkat dan saring.
2.Masukkan bawang putih, ebi, cabe, garam.
3.Didihkan kembali, cicipi, angkat
 
Sajikan pempek bersama cuko dan irisan mentimun (bisa ditambah mie soun atau mie kuning)
 
 
Cuko sisa, saya tambahi air, kasi serutan buah mangga mentah, mangga kweni, bengkoang, nanas. Voilaa..jadilah rujak serut :)

semoga bermanfaat ^_^

Saturday, August 24, 2013

Ikan Nila Acar Kuning

Bismillah..

Yeaaaayyyyy!!..alhamdulillah bisa ikut meramaikan event PI bulan ini *sujud syukur ga akan disawer uyah ma bu host* Sebenernya sih bingung mo masak apa buat setoran (jangan sampe deh mikir ga akan nyetor), hingga beberapa hari yang lalu mang tukang sayur hanya menyisakan ikan nila di gerobaknya (ayam sih banyak, tp buoseeen ma ayam). Tarraa..yang kepikir si nila pengen dimasak acar kuning aja (afdolnya sih pake ikan mas, tapi pen-substitusi-an sah-sah aja kok). Untuk hidangan lauk, usahakan tidak menggunakan santan instan yah, karena lumayan berpengaruh ke rasa. Sedangkan untuk hidangan dessert, boleh lah pakai santan instan (santan segar tetap rekomendasi nomer 1)


Sebenernya tergolong agak ribet masak beginian untuk ibu dengan balita super aktif dan bayi yang pengennya nempeeel aja ma maknya. Tapiii...demi PI aku rela membiarkan anak-anakku ngesot dilantai menemani umminya masak (lha emang biasanya ga kayak gituh) :D *yang lebay dapat doorprize ga yaaaa...hihihi


Resep ini adalah hasil modif sana sini, baru pertama kali bikin tapi alhamdulillah cocok dengan rasanya. Santannya kental gurriiihhhh :D Cocok jadi teman nasi kala makan siang

Bahan:
5 ekor (1 kg) ikan nila ukuran sedang, bersihkan dari insang, jeroan dan sisiknya
1 buah jeruk nipis
garam secukupnya

1/2 wortel impor, potong kotak memanjang
1 buah ketimun, potong kotak memanjang
3 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris serong


Bumbu Halus:
5 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 butir kemiri, sangrai
2 cm jahe, sangrai
2 cm kunyit, sangrai
1/2 sdt munjung ketumbar, sangrai
1/4 sendok teh merica bubuk

Bumbu Lain :
1 sdt garam
1 sdt Gula pasir

300 ml santan

3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
1 batang serai, ambil putihnya, memarkan
1 sdm cuka masak (aku ganti dengan jeruk nipis)
1 batang daun bawang, iris serong


Cara membuat :
1. Lumuri ikan nila dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan 15 menit.
2.Cuci lagi dengan air mengalir. Lumuri dengan tepung beras, goreng dalam minyak panas hingga kering
3. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus,serai dan daun jeruk sampai harum. Masukkan wortel, ketimun, dan cabai merah iris. Aduk sampai layu.
4. Tambahkan garam, gula pasir, dan santan. Masak sampai matang. Masukkan ikan. Aduk rata. Tambahkan cuka dan daun bawang. Aduk rata.

Semoga bermanfaat ^_^

Wednesday, April 10, 2013

Siomay

Bismillah...

Siomay resep dari teh Ricke ini bener bener jadi favorit kami. Rasa ikannya berasa banget, teksturnya pas, dan penggunaan labu siam bikin siomay ga keras meski dimakan saat dingin. highly recommended deh


Berikut ini resep siomay dengan sedikit penyesuaian dari saya,


bahan:
500 gram daging ikan tenggiri giling
5 butir bawang merah, haluskan
4 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
2 sdm gula pasir
1 sdm kecap ikan
1 sdm minyak goreng
100 gram labu siam, kupas, cuci bersih, parut kasar dan tiriskan
(tidak perlu diperas airnya)
3 butir telur, kocok lepas
2 batang daun bawang, iris halus
200 gram tepung Sagu Tani

Cara membuat:
1. Campur ikan tenggiri giling dengan bawang merah halus, bawang putih halus, garam, merica, gula pasir, kecap ikan dan minyak goreng. Aduk rata.
2. Masukkan labu siam. Aduk rata. Masukkan telur sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Masukkan daun bawang, aduk rata.
3. Terakhir masukkan tepung sagu tani. Aduk hingga rata dan kalis. Siap dibentuk dan diisikan ke bahan pelengkap.
4. Kukus dalam kukusan yang telah panas dan beruap sampai matang sekitar 30 menit, tergantung besar kecilnya adonan dibentuk. Siap disajikan hangat.
5. Bila mau digoreng, setelah dikukus angkat dari kukusan. Tiriskan sebentar, lalu goreng sebentar saja hanya sampai kulitnya kuning kecoklatan.

Bahan saus kacang:
500 gram kacang tanah, sangrai dan buang kulit arinya, haluskan (1/4 bagian sy blender halus, 3/4 bagian sy blender kasar)
5 buah cabai merah besar, haluskan
5 siung bawang putih, haluskan
2 lembar daun jeruk, sobek-sobek
1 sdm garam (peres ya...)
3 sdm gula pasir
1 sdm air jeruk nipis
1 liter air

Cara membuat:
1. Tumis bawang putih, cabai merah dan daun jeruk sampai harum. Masukkan air. Aduk rata.
2. Masukkan kacang yang telah dihaluskan. Aduk rata. Beri garam dan gula pasir. Aduk rata.
3. Masak sambil terus diaduk sampai mendidih dan mengental dan akan terlihat berminyak (berasal dari minyak kacang yang memisah). Beri air jeruk nipis. Aduk rata. Angkat.

Sajikan siomay beserta saus kacang, kecap manis dan perasan air jeruk limau.

Saturday, April 6, 2013

Gulai Ikan Tongkol

Menu hari ini, enak banget dan Tifa sukaaa

bahan :
* 400 gram ikan tongkol (2 ekor), bersihkan, lumuri dengan garam dan air jeruk nipis, diamkan 15 menit, bakar dengan wajan anti lengket
* 1 papan tempe, potong2, rebus hingga matang

4 buah belimbing wuluh, belah dua (bisa diganti 2 buah asam kandis)
1 buah tomat hijau, iris2
8 buah cabe rawit merah
2 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
2 cm lengkuas, memarkan
santan
gula garam secukupnya

bumbu halus :
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 cm kunyit
2 cm jahe


Cara membuat
1. tumis bumbu halus bersama bumbu yg lain hingga harum
2. masukkan ikan dan tempe, aduk2
3. Tuangi santan encer, aduk2 sampai bumbu meresap
4. Tuangi santan kental, aduk2
5. Masukkan gul, garam, tomat, cabe rawit dan belimbing wuluh
6. Angkat, sajikan