Saturday, February 1, 2014

Bolang-baling dan Odading

Bismillah...

Monthly event pawon ibu bulan ini bertema "cakwe dan roti goreng", dari awal sudah merencanakan bikin roti goreng versi jawa timuran yaitu bolang-baling atau kalau versi sundanya disebut odading. Serupa tapi tak sama menurutku, odading ini bertekstur layaknya roti pada umumnya, hanya saja digoreng. Sedangkan bolang-baling, selain teksturnya agak alot, tapi juga berpori besar (kopong) pada bagian dalamnya.
Jaman sy kecil dulu *dan tetap kecil sampai sekarang* #eits, rasis mode on :D, salah satu jajanan favorit sy adalah si bolang-baling ini, rasanya kok nikmaaat bgt *mungkin juga karena ga banyak pilihan jajanan kali ya. Sampai sekarangpun, di pasar warujayeng *kota kecil di jawa timur* masih ada satu penjual yg setia menjajakan bolang-baling ini. Karena begitu melekatnya kenangan akan rasa si bolang-baling, hingga sy bertekad bulat membuat jajanan ini.
Duhaiii, alangkah susahnya cari resep bolang-baling, googling sana sini, dari penampakannya seperti bukan bolang-baling impianku *halah, apa sih*. Berbagai kata kunci bolang-baling dicoba, tapi tetap kurang cocok, dan lagi sebagian besar resepnya menggunakan amoniak kue. Mmm..konon sih aman asal dlm takaran sesuai standar (ya karena memang food grade), tapi sy lebih memilih untuk tidak menggunakan amoniak.

Percobaan pertama membuat bolang-baling berdasarkan resep dengan kata kunci "odading", odading ini banyak dijual di bandung sini, tapi menurutku rasanya biasa, roti versi goreng gitu kurang lebih. Dari segi rasa enak banget sih, tapi tidak berpori besar, tidak chewy pula, jadi belum layak disebut bolang-baling *bentuknya doang.
Saya bikin 1 resep, separuh sy proses sesuai petunjuk resep, separuhnya lagi sy proses dengan waktu proofing yg lama (semalaman), sekedar nyoba aja, sy pengen tau pengaruhnya ke rasa dan tekstur roti. Hasilnya, pada proses pertama roti cenderung lebih "berat" dan agak susah mematangkan bagian dalamnya (mungkin juga karena agak tebal). Sedangkan pada proses kedua, adonan terlihat signifikan mengembang dan setelah digoreng cenderung lebih ringan. Dari segi rasa, tidak terlalu signifikan perbedaannya. Untuk resep yg satu ini, sy prefer untuk mendiamkan adonan lebih lama (6-7 jam lah)

ODADING
Resep Odading, adapted from yahooanswers

Bahan A :
1 sendok makan ragi instan (fermipan)
100 cc air suam-suam kuku
100 gr tepung (sy pakai protein sedang)
How to :
Campurkan fermipan dalam air hangat, aduk hingga larut lalu masukkan tepung terigu. Aduk hingga rata lalu tutup dengan plastic wrap dan diamkan selama 1 jam

Bahan B :
400 gr tepung terigu
100 gr gula putih
1 butir telur ayam
150 gr mentega
175 ml air (resep aslinya pakai 300 ml, sy cukupkan dengan air 175 ml, itupun masih agak lembek)
How to :
Campur semua bahan lalu tutup dengan plastic wrap dan diamkan selama 1/2 jam.

Cara Membuat :
1. Campurlah bahan A dan bahan B, lalu uleni hingga kalis. Tutup dengan plastic wrap lalu diamkan kembali selama 1/2 hingga 1 jam (tergantung kondisi suhu ruangan ya). 1 jam adonan tidak banyak mengembang, terlihat mengembang signifikan setelah didiamkan semalaman (sekitar 6 jam)
2. Kemudian uleni lagi, digiling, lalu dibentuk persegi panjang 5x7 cm dan biarkan selama 15 menit (sy ga pakai acara menggiling, langsung aja dibentuk lonjong)
5. Siap digoreng setelah ujung-ujungnya ditarik (pastikan tidak terlalu tebal agar bagian dalamnya matang, karena odading ini bercita rasa manis, sehingga mudah sekali gosong)
6. Angkat odading setelah warnanya kuning kecoklatan

Masih belum puas dengan uji coba resep bolang-baling, berikutnya sy menclok ke resep cakwe mbak mei che. Memang si bolang-baling mirip-mirip cakwe sih, tapi manis. Jadilah, sy memberanikan diri nyobain bikin edisi cakwe manis, semoga mirip bolang-baling yaaa. hihi. Sama dengan odading diatas, proses proofing juga sy bagi 2, pertama sy ssuaikan dengan resep, yg kedua sy proofing semalaman (6 jam). Hasilnya, waktu proofing yg lama menghasilkan pori yang bagus, roti lebih ngopong. Sedangkan untuk rasa, cara pertama lebih unggul dan miriiip banget dengan bolang-baling, proofing lama bikin roti ada sedikit rasa pahit. Untuk resep kedua ini, sy lebih prefer untuk mendiamkan adonan sesuai resep, mungkin lain kali proses menguleni dan mendiamkan akan sy tambah 1x lagi, karena dari segi rasa sudah cocok, suami juga bilang kalo ini sudah bolang-baling banget.

Resep Bolang-baling, adapted from resep cakwe mbak mei che

bahan-bahan :
250 gr terigu protein sedang
50 gr terigu protein tinggi
75 gr gula
1/2 sdt garam
2 sdt ragi instan
1/2 sdt soda kue
200 ml air

How to :
campur semua bahan kering (sy masukkan garam terakhir), aduk rata, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni (sy uleni pake mikser), hentikan penambahan air jika dirasa cukup. Tutup dg plastic wrap dan biarkan hingga mengembang (sekitar 30 menit sampai 1 jam), uleni lagi, tutup dan biarkan hingga mengembang lagi, adonan siap dibentuk dan digoreng


Berikut ini adalah perbedaan tekstur bagian dalam antara odading dan bolang-baling, keduanya sy cocok, karena keduanya unik, khas daerah masing-masing. Alhamdulillah :)


Alhamdulillah bisa turut meramaikan monthly event bulan ini, akhirnya bisa belajar bikin bolang-baling. one of the best traditional snack ever!! heheh

Wednesday, January 22, 2014

Bika Ambon

Bismillah...

Kue ini adalah hasil baking pertama setelah sekian lama mudik ke Nganjuk. Emang enak banget yah kalo mudik tuh, kerjaannya tiap hari leha-lehaa aja, eyang dengan senang hati momong cucu2nya. ahh...nikmaaattt :D Paling cuma bantu2 ibu masak aja sih, dan karena di bandung kami ga ada TV, jadilah..di nganjuk semacam norak gitu lah, tiap hari ga lepas dari nonton TV, Tifa juga..kala TV nyala, kayaknya enggan berkedip tu mata. hehe.

Sebenarnya sudah lama ingin membuat kue ini, meskipun belum pernah googling resepnya, tapi aromanya yang khas bikin ngangeni. Nahh..saat di Nganjuk, sy coba bongkar2 buku resep ibu, Alhamdulillah menemukan resep beberapa jajanan khas nusantara termasuk si bika ambon ini, semoga kapan2 bisa praktekin semua :)


Bika ambon ini membutuhkan waktu fermentasi yang lama. Saya bikin ini sabtu menjelang minggu (hihi), dan dipanggang minggu siang. Nah..karena sepanjang sabtu hujan enggan berhenti, sy ga bisa keluar rumah untuk belanja. Akhirnya setelah pak suami selesai ngaji sabtu malam minta tolong beliau untuk belanja ke minimarket, cek-cek bahan sepertinya cukup belanja bahan yg kurang aja. Nah..karena sy start ngadon tengah malam, timbang2 bahan ternyata tepung kanji-nya ga cukup, padahal adonan biang sudah disiapkan 2 jam sebelumnya. yahh..yasudlah, cari-cari tepung sagu juga ga ada, akhirnya pakai maizena aja, meski dengan konsekuensi akan menghasilkan kue dg tekstur yg berbeda. ee..Alhamdulillah kok masih bagus hasilnya :)

Resep Bika Ambon
Recipe by Ibu

bahan :
8 butir kuning telur
3 butir putih telur
75 gr kanji
50 gr maizena (sesuai stok, sy pakai 47 gr kanji dan 76 gr maizena *nekat)
300 ml santan dari 1/2 butir kelapa (sy pakai santan instan, campur dengan air secukupnya hingga tingkat kekentalan sedang), rebus hingga mendidih lalu biarkan hingga dingin
250 gr gula pasir
1 sdt vanili cair (bisa pakai vanili kristal, 1/4 - 1/2 sdt sesuai selera aja)

bahan biang :
100 ml air hangat
1 bungkus fermipan (11 gr)
50 gr tepung terigu protein sedang
How to : Campur fermipan dengan air hangat, aduk hingga fermipan larut. Masukkan terigu dan aduk rata. lalu diamkan selama 2 jam

Cara membuat :
1. Kocok telur dan gula dengan mikser hingga mengembang dan putih
2. Campur tepung kanji dan maizena, campurkan dengan adonan biang lalu uleni hingga tercampur rata.
3. Masukkan santan, campur rata (pastikan tidak ada brindilan tepung ya, caranya gunakan saringan santan untuk menyaring adonan hingga adonan menjadi halus)
4. Masukkan adonan telur, aduk rata lalu diamkan selama semalaman (sy sekitar 10 jam)
5. Panaskan oven, siapkan 1 buah loyang ukuran 10x22x7 cm yg dioles margarin, lalu panaskan (sy siapkan 2 loyang karena mengira adonan banyak, ternyata begitu masuk oven, adonan yang mengembang heboh tadi menyusut. Jadilah, bika ambonnya tidak tinggi) Lain kali sy akan coba gunakan loyang loaf berlapis teflon agar tidak kue tidak terlalu lengket di loyang.
6. Setelah loyang panas, aduk adonan sebelum dituang ke loyang (karena lapisan tepungnya mengendap di bawah). Tuang adonan dalam loyang, dan jangan mengaduk adonan lagi.
7. Masukkan dalam oven suhu 180 deg C dengan pintu oven sedikit terbuka (sy ganjal dengan lipatan serbet)
8. Panggang hingga berlubang2, setelah itu pintu oven bisa ditutup (dengan oven kirin, waktu yg sy gunakan 70 menit api bawah, 10 menit api atas). Bisa gunakan cetakan kecil2 diatas kompor, pastikan cetakan sudah panas saat menuang adonan pastikan pula tidak menutup loyang sebelum pori2nya terbentuk.


Tekstur kue yg sy buat ini cenderung agak kenyal dan lembut. Lain kali ingin bikin lagi dengan komposisi sesuai resep untuk menghasilkan tekstur bika ambon yang kenyal. Dan sedikit catatan, pertimbangkan untuk meletakkan serbet pengganjal pada posisi yg tidak menghambah aliran udara ke dalam oven. Si bika ambon ini butuh udara segar untuk bikin pori2 cantiknya keluar sempurna. Foto bika ambon diatas adalah bika ambon loyang ke-2 (yang pertama langsung ludes sesaat setelah matang), loyangnya terletak paling dekat dengan serbet, jadi mungkin aliran udaranya agak terhambat sehingga pori2nya agak miring. Ini adalah hasil potongan kue pada loyang pertama, better ya? :)

 
Lain kali sy akan coba rasa yg lain. okeeyy, semoga bermanfaat :)



Opera Cake without Jaconde

Bismillah...

Wew, sudah sekian lama nganggurin blog oii. Bulan bulan terakhir ini banyak kesibukan yang menyita waktu (halah, sibuk apa coba), sehingga foto-foto yang sudah lama diambil terpaksa cuma duduk manis dalam PC atau palingan cuma mejeng di facebook. Nahh..karena mood bloggingnya sekarang sudah mulai nongol lagi, dan lagi pak suami sedang tidak di rumah, yukk mariiii... :D


Opera cake ini sudah lama saya bikin. Sebenarnya ini proyek menghabiskan sisa buttercream dan ganache aja sih, jadi prosesnya lumayan lebih sederhana dibandingkan dengan memulai semuanya dari awal. Ceritanya, awal bulan desember 2013 lalu pak suami minta sy bikinin aneka cemilan untuk dimakan bersama teman2 di divisi beliau, yaa..sejumlah 60 orang lah. Kali ini saya bikinkan brownies kukus ketan hitam, brownies kukus pandan, donat kentang dan Makaroni schotel. Alhamdulillah ludes :)


Ganache yang sy gunakan adalah resep dari mbak Rina rinso (makasi ya mbaakk), perbandingan bubuk whipping cream, susu UHT, dark cooking chocolate = 1 : 2 : 3.
Resep ganache ala Rina Rinso yang yummy banget adalah sebagai berikut :
100 gr  bubuk whipping cream
200 ml susu UHT
300 gr DCC cincang

How to :
1. Panaskan susu UHT (tidak perlu mendidih, cukup sampai pinggiran panci bergelembung saja). Matikan api, masukkan whip bubuk. Aduk rata
2. Lelehkan DCC dengan cara di tim
3. Masukkan lelehan DCC dalam campuran susu dan whip, aduk rata
4. Dinginkan hingga mencapai suhu ruang, lalu masukkan dalam kulkas
5. Saat akan digunakan, keluarkan dari kulkas lalu kocok dengan mikser hingga lembut
6. Ganache siap digunakan

Sedangkan untuk buttercream, resepnya agak ngasal karena resep awalnya setelah diicip kurang nendang, akhirnya tambah ini itu hingga rasanya sesuai yg diharapkan, lembut, ringan dan tidak nyendal dilidah.
Resep buttercream kali ini adalah sebagai berikut :
250 gr shortening (mentega butih, sy pakai mentega australia merk snow white)
1 kaleng Susu kental manis
50 gr bubuk whipping cream, campur dengan sekitar 100 ml air matang
sejumput garam, larutkan dengan sedikit air

How to :
1. Kocok shortening hingga lembut dan mengembang, masukkan SKM, kocok rata
2. Masukkan larutan whip bubuk dan larutan garam, kocok rata hingga mencapai rasa dan tekstur yg lembut dan ringan
3. Buttercream siap digunakan. Untuk filling opera cake, 3 sachet nescafe (kemasan kecil) larutkan dengan 2 sdm air panas, setelah dingin campurkan dalam buttercream, kocok hingga rata. Koreksi rasanya, aroma dan rasa kopi bisa disesuaikan dengan selera.

Sedangkan untuk resep cake, chocolate glaze dan coffee syrup, sy nyontek di blog Mbak Nina. Hasil cake-nya enaaak banget, ga terlalu mengembang karena sy tidak menggunakan emulsifier, tapi lembut kok. Makasi ya mbak :)

Cake (Lapis Surabaya Ekonomis)
6 butir telur
165 gr tepung terigu protein rendah
10 gr maizena
20 gr susu bubuk full cream
125 gr gula pasir
75 ml susu cair
1/2 sdt vanilla susu L'arome
150 gr mentega, lelehkan
How to :
- Siapkan 4 loyang ukuran 20x20x3 cm. Oles margarin, alas kertas roti dan oles kembali.
- Panaskan oven 200 deg C.
- Kocok semua bahan kecuali mentega leleh. Kocok hingga mengembang dan kental berjejak.
- Masukkan mentega leleh sedikit demi sedikit, aduk balik hingga rata.
- Tuang ke 4 loyang dan oven selama 15 menit hingga matang.
- Angkat dan dinginkan.


Coffee Syrup
100 ml air
2 sdm gula pasir
1 sdm kopi instant
How to :
- Panaskan air dan gula pasir hingga mendidih.
- Masukkan kopi instant, aduk hingga rata. Dinginkan.

Ganache Siram (Chocolate Glaze)
80 gr whipcream cair
120 gr DCC cincang
3 sdm madu
1 sdm minyak goreng
How to :
1. Panaskan whipcream cair (tidak perlu mendidih, cukup sampai pinggiran panci bergelembung saja). Matikan api
2. Masukkan DCC cincang, diamkan 5 menit hingga coklat meleleh. Aduk-aduk dengan whisker hingga licin dan rata.
3. Masukkan madu dan minyak goreng. Aduk rata.
 
 
Penyusunan :
- Ambil selembar cake, basahi dengan coffee syrup hingga rata. Oleskan dengan setengah bagian coffee buttercream hingga rata.
- Tumpuk lagi dengan selembar cake, basahi dengan coffee syrup. Oleskan setengah bagian ganache hingga rata.
- Tumpuk lagi dengan selembar cake dan lakukan hal yang sama hingga selesai (4 lapis cake, 2 lapis coffee buttercream dan 2 lapis ganache). Usahakan agar lapisan ganache yang paling atas terpoles dengan sehalus mungkin, agar setelah disiram dengan choco glaze tampak mulus merata. (punya sy masih nampak agak bergelombang oii)
- Dinginkan di dalam kulkas hingga cake dan fillingnya set dan kokoh
 
Penyelesaian :
- Keluarkan cake dari kulkas.
- Siramkan choco glaze ke atas permukaan cake hingga merata (posisikan cake miring, siram di salah satu sisi, glaze akan meluncur dengan sendirinya. Goyang2kan di bagian tertentu untuk meratakan. Tidak perlu menggunakan pisau)
- Masukkan kembali ke dalam kulkas hingga glaze agak set.
- Rapikan bagian sisi cake (trim) dengan pisau bergerigi hingga rapi (caranya, siapkan air panas, rendam pisau bergerigi dalam air panas hingga pisau menghangat, lalu lap dengan lap kering. Segera gunakan untuk memotong pinggiran cake di satu sisi. Ulangi prosesnya hingga ke-4 sisi cake terpotong rapi)
- Simpan kembali ke dalam kulkas hingga saat akan disajikan.
 
Sedikit catatan, sebaiknya sebelum disusun, usahakan memotong bagian bawahnya cake lapis surabaya. Hal ini bertujuan agar buttercream dan ganache menempel dengan sempurna pada permukaan kue. Opera cake sy ini difoto setelah beberapa hari di kulkas, alhasil cake cenderung mengering dan antar lapisnya jadi gampang copot. 

well, semoga cukup memberi manfaat yaa :)
 
 

Friday, November 29, 2013

Sambal goreng kentang hati sapi

Bismillah..

Menu beberapa hari yang lalu, sy bikin sebagai salah satu pelengkap nasi kuning. Satu resep ini jadinya banyak, lebih dari cukup untuk dimakan sendirii. hehe
Dari segi rasa enak, pedasnya pas dan meskipun cuma menggunakan 250 gr hati sapi, tapi aromanya cukup terasa. Pas banget disajikan sebagai teman nasi kuning. Sayangnya, karena agak pedas, Tifa jadi ga bisa ikut makan deh


Sambal goreng kentang dan hati sapi
diadaptasi dari buku 1001 Resep Asli Masakan Indonesia dengan sedikit penambahan rasa dari sy.

bahan :
1 kg kentang, kupas, potong kotak kecil, goreng setengah matang
250 gr hati sapi, rebus dengan ditambah asam jawa
400 ml santan

bumbu halus : (haluskan dengan blender bersama minyak)
5 buah bawang merah
2 siung bawang putih
5 buah cabe merah, buang bijinya
7 buah cabe rawit (cabe bisa disesuaikan dengan selera ya)
5 butir kemiri
1/4 sdt terasi
1/2 sdm garam
1/2 sdm gula merah
1 sdt gula pasir

2 lembar daun salam
1 ruas jari lengkuas, keprek
1 batang serai, memarkan

Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus beserta daun salam, sereh, dan lengkuas hingg harum dan keluar minyaknya
2. Masukkan kentang dan hati sapi, aduk rata dengan bumbu
3. Masukkan santan, aduk rata dan masak hingga kuah mengental. Angkat

-Semoga bermanfaat-

Potato Gratin with mushroom

Bismillah..

Waw, akhirnya update blog lagi setelah beberapa lama dianggurin. Yup, sejak kejadian terbongkarnya pencurian foto sy oleh orang yg sy kenal, fiuu..jadi males mo upload dan nyatat2 resep. Ya..ya..ya..semoga dengan kejadian ini bisa lebih menyadarkan sy untuk lebih berhati-hati, para food blogger tentu paham betapa repotnya menyiapkan postingan foto dan resep ditengah kesibukan mengurus rumah. Terlebih bagi ibu dengan bayi dan balita super aktif plus tanpa asisten seperti sy. aishh..jadi curcol. maap yaa...^_^

Menu ini sy hidangkan untuk sarapan tadi pagi, cukup simpel cara pembuatannya, dan pastinya enaaakkk pake banget! suami dan anak-anak suka. Resepnya adalah hasil dari kegemaran nonton youtube bareng Tifa, hihihi..awalnya memang kami suka dengan Japanese Food, iseng2 nonton video tukang masak amatiran di runnyrunny999, ee nyobaain beberapa resepnya ternyata cocok. Salah satunya adalah menu ini. Dalam video aslinya, menu ini dinamakan Potato & Meat.


Pada resep aslinya, daging yang digunakan adalah bacon (dalam hal ini babi). Sebagai ga gantinya, sy gunakan daging ayam. Begitupula dengan kaldu, karena sy tidak punya stok kaldu (sapi atau ayam), pun dengan kaldu bubuk. Sehingga sy gunakan dashi sebagai pengganti kaldu tersebut. Substitusi bahan juga terjadi pada penggunaan jamur, resep aslinya menggunakan enoki dan shimenji, berhubung yg ada di kulkas hanya jamur champignon, Jadi tidak ada pilihan selain menggunakan apa yg ada. Well, hasilnya, enak banget kok. dan akhirnya hari ini pun bikin potato gratin lagi, tapi karena ga punya jamur, akhirnya sy pakai fussili. Sy tambahkan pula keju cheddar serta oregano (jadi Mac and Cheese deh) :)



Potato Gratin
adapted from runnyrunny999 (youtube)

bahan :
150 gr kentang, kupas, cuci dalam air mengalir, iris tipis2 (sekitar 2 mm), rendam dalam air selama kurang lebih 5 menit untuk menghilangkan kanjinya (starch)
80 gr jamur enoki
80 gr jamur shimeji
100-150 gr daging ayam, potong kotak
150 ml susu plain
50 ml air ditambah dengan 1 sdt dashi powder (kalau ada kaldu ayam bisa digunakan)
1/4 sdt merica hitam, haluskan
1 sdm tepung terigu
Keju Mozarella sesuai selera

How to :
1. Tiriskan kentang lalu keringkan dengan kitchen towel. Panaskan sedikit minyak pada wajan anti lengket, lalu masak kentang hingga agak kering dan berwarna kecoklatan pada kedua sisinya. Angkat, dan tiriskan minyaknya pada kitchen towel
2. Panaskan butter, tumis daging ayam hingga berubah warna dan berminyak. Lalu masukkan jamur, tumis hingga layu
3. Matikan api (atau bisa juga gunakan api kecil), masukkan tepung terigu, aduk hingga rata dan terigu matang. Masukkan susu cair lalu nyalakan api lagi dan masak hingga mengental
4. Masukkan larutan dashi dan merica bubuk, masak hingga mengental. Matikan api
5. Siapkan pinggan tahan panas. Tata didalamnya secara berurutan : olahan jamur, keju mozarella, kentang, lalu tutup lagi dengan keju mozarella.
6. Panggang dengan api atas bawah hingga matang dan kecoklatan (sy butuh waktu 20 menit dengan suhu 200 deg, lanjut dengan api atas 10 menit)


Hmmm...soooooo yummeeeeehhhhh ^_^

Friday, November 1, 2013

Pao Daging Sapi

Bismillah...

Parade daging sapi berikutnya setelah Dendeng Ragi, Tinoransak dan Satai Padang adalah Pao daging sapi. Kudapan yang satu ini sy buat dalam rangka monthly event Pawon Ibu dengan Tema aneka bakpao. Memasak daging untuk isian Pao ini sy sambi dengan memasak Brown Stock (masih menggunakan jatah daging qurban) yang kemudian sy gunakan untuk membuat sop.


Resep Pao daging sapi ini sy adaptasi dari Keluarga Nugraha dengan sedikit penyesuaian rasa dari sy. Rasanya enaaakkk sekali, mirip yang biasa dijual (lebih enak malah). hehe



PAO DAGING SAPI
bahan :
400 gr tepung terigu
1/2 sdt baking powder
11 gr ragi instant (1 bungkus)
150 gr gula pasir
200 ml air hangat
50 gr mentega putih (shortening)

Isi :
2 sdm minyak untuk menumis
5 siung bawang putih, haluskan
1 sdt parutan jahe
300 gr daging sapi, cincang kasar
2 batang daun bawang, rajang halus
3 sdt gula pasir
3 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 50 ml air

Cara membuat Pao:
1. Campur jadi satu gula pasir, ragi dan air hangat (gunakan wadah yang cukup besar ya, karena campuran ini akan mengembang dan berbuih (butuh waktu sekitar 15 menit)
2. Masukkan campuran ragi sedikit demi sedikit de dalam tepung sambil diuleni hingga kalis (kurleb 15 menit)
3. Setelah kalis, bulatkan adonan, lalu tutup wadah dengan plastic wrap, biarkan selama kurang lebih 1 jam (proses fermentasi dengan ragi yg telah dilarutkan termasuk lama, tapi hasilnya bagus dan enak). Waktu proofing juga tergantung kondisi suhu sekitar, semakin dingin semakin lama. Jika udara dingin, sy biasanya memfermentasikan diatas kompor mati yang sebelumnya telah dipanaskan. Adonan akan mengembang 2x lipatnya
4. Tambahkan mentega putih, uleni lagi sampai kalis

Cara membuat isian :

1. Panaskan minyak lalu tumis bawang putih dan jahe sampai harum
2. Masukkan daging cincang lalu aduk sampai daging berubah warna
3. Tambahkan daun bawang, gula pasir, garam, merica, saus tiram dan kecap. aduk rata. Tambahkan air secukupnya, masak hingga daging matang
4. Masukkan larutan maizena, masak sampai kental. Angkat, biarkan agak dingin

Penyelesaian :

1. Ambil adonan pao, bagi menjadi beberapa bagian sama besar. bentuk bulat
2. Pipihkan, lalu isi dengan adonan isi sesuai selera. Bulatkan lagi. Alasi bagian bawah pao dengan kertas roti
3. Kukus dalam dandang yang telah dipanaskan terlebih dahulu selama kuang lebih 10 menit dengan api sedang hingga matang

Satai Padang dan Lontong

Bismillah...

Edisi berikutnya parade olahan daging setelah Dendeng ragi dan Tinoransak adalah Satai padang. Sebenarnya menu ini tidak termasuk dalam daftar makanan yang akan sy olah, tapi ternyata dapat tambahan tugas masakin satai padang untuk dimakan bersama dengan tetangga satu blok. Yep, ceritanya kami botram (makan-makan bersama) gt, setelah sate ala sunda, lalu sate ala madiun, berikutnya karena ada tetangga yang asli orang padang, ditagihlah botram dengan sate padang. Nah, sedangkan tetangga tersebut belum pernah masak satai padang. Bermodal tawaran resep dari buku masakan padang, aku dong dengan pedenya menawarkan diri (mendadak amnesia ma kerjaan rumah). kyaaaa

Malam itu juga setelah selesai botram sate madiun, langsung deh capcus bikin lontong. Ini adalah lontong kesua yang pernah sy bikin. Ga berlama-lama merebus karena sy pakai panci pressure cooker (presto). Kalau pada umumnya bikin lontong butuh waktu sekitar 6 jam, dengan panci presto cukup butuh waktu kurang lebih 1,5 jam. cepet kan?! hasilnya juga woke lho, dari segi rasa juga enak (para konsumen tidak menyangka lontong dibuat dengan presto). Rahasia kecilnya adalah beras sebelum dibungkus daun diaron terlebih dahulu, sedangkan untuk menghasilkan warna lontong yang kehijau-hijauan, daun yang digunakan untuk membungkus dibalik fungsinya (bagian luar menjadi bagian dalam, jadi yang warna hijau tua menjadi bagian dalam pembungkus). Cara ini cukup berhasil menghasilkan lontong yg bagus, tapi menurutku sedapnya tidak bisa mengalahkan yang berlama-lama dimasak secara konvensional dengan kayu bakar. Tapi demi menghemat gas, worthed lah :)

Resep lontong ala presto ini sy adaptasi dari bunda Yulyan Parwati, thanks for the recipe ya bun, jazaakillahu khair :)

RESEP LONTONG ala PRESTO

Bahan : (1 resep ini jadinya banyak lho, untuk konsumsi sendiri bisa dipertimbangkan untuk membuat setengah resep saja)
4 cup beras, cuci bersih
5 cup air
Daun pisang untuk membungkus, panaskan hingga layu (bisa dijemur atau dipanaskan dengan api kompor), lap sampai bersih, potong2 dan bentuk bulat lonjong dengan diameter sesuai selera (bagian hijau tua di dalam ya), semat salah satu ujungnya dengan lidi
Cara :
1. Didihkan air didalam panci, masukkan beras, biarkan dan aduk sesekali hingga air habis. Matikan api, biarkan hingga panasnya berkurang
2. Isikan nasi aron dalam daun pisang, isi hingga penuh (tidak menyisakan ruang kosong, tapi jangan dipadatkan), semat ujungnya dengan lidi
3. Masukkan kedalam pressure cooker, tambahkan air hingga smua lontong benar2 terendam.
4. Masak selama 45 menit setelah panci mendesis, lalu matikan api, tunggu hingga tekanan dalam presto habis (tandanya presto sudah tidak mendesis) lalu cek tingkat kematangan lontong (bisa jadi kualitas presto menentukan waktu pembuatan lontong. Jika belum matang, tambahkan air lagi dan ulangi prosesnya seperti sebelumnya (catatan : panci presto tidak boleh sampai kehabisan air). 45 menit berikutnya hampir bisa dipastikan lontong sudah jadi. Matikan api
5. Saat sudah matang, ambil lontong dari dalam panci lalu tiriskan di atas tampah
6. Siap disajikan

Sedangkan untuk satai padang, proses pembuatanya ribeeett! tapiii...hasilnya, hmm..bener2 ga rugi deh, ENAK!! semua yang makan puas, katanya sudah miriiipp dengan satai padang yang banyak dijual. Alhamdulillah :)


RESEP SATAI PADANG

Source : Masakan Padang Populer dan Lezat by Adriati Ramli, dengan penjelasan dan sedikit koreksi rasa dari saya

bahan :
1,5 kg daging, lidah dan jantung sapi (aku pakai daging saja)
2 batang serai, memarkan
4 lembar daun jeruk
1 lembar daun kunyit, potong-potong

Tusukan satai secukupnya

Cara membuat :
1. Rebus daging bersama serai, daun jeruk dan daun kunyit hingga empuk. Angkat dan tiriskan
2. Iris kecil bentuk segitiga lalu tusuk dengan tusukan sate

hasilnya seperti ini,
bertusuk daging sapi yang siap dibakar



Bumbu Halus : (aku haluskan bumbu dengan blender bersama minyak secukupnya)
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah cabai merah
1 sdm ketumbar, sangrai
1/2 sdt jintan, sangrai
2 ruas jari kunyit bakar
1 ruas ibu jari jahe
1 ruas ibu jari lengkuas
1 buah pala (aku pakai 3/4 buah)
1 sdm merica
5 butir kapulaga
2 buah kembang lawang (pekak)
5 butir cengkih
2 ruas jari kelingking kayu manis

200 gr kacang tanah, cuci bersih, tiriskan hingga agak kering lalu haluskan (ga perlu terlalu halus, gerindil2nya menciptakan sensasi klethus klethus *halah)
400 ml santan dari 1 butir kelapa
Garam dan gula pasir secukupnya
minyak goreng secukupnya

cara membuat :
1. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang (minyaknya mulai keluar).
2. Masukkan kacang tanah halus, aduk, lalu masukkan santan. Masukkan gula dan garam secukupnya. Aduk dan masak hingga berminyak. Koreksi rasanya
3. Bagi dua bumbu halus tumis, satu bagian digunakan untuk melumuri daging sebelum dipanggang, satu bagian lainnya digunakan untuk membuat saus satai-nya

Hasilnya seperti ini,
bumbu tumisan yang akan digunakan untuk melumuri daging sebelum dibakar

bahan tambahan untuk saus satai :
150 gr tepung beras, larutkan dengan 50 ml air
3 lembar daun jeruk purut
2 lembar daun salam
1 ruas jari jempol lengkuas
garam dan gula (merah dan pasir) secukupnya

Cara membuat saus satai :
1. Masukkan sisa bumbu tumis ke dalam air rebusan daging, Masukkan daun jeruk, daun salam dan lengkuas. Masak hingga mendidih. Beri garam dan gula secukupnya
2. Masukkan larutan tepung beras, aduk-aduk hingga mengental dan matang, angkat

hasilnya seperti ini,
Saus yg spicy, super dumer yummeh


 Penyelesaian :
1. Siapkan bara arang, bakar satai sambil dibolak balik hingga bumbu mengering, sisihkan
Penampakan sate saat dibakar diatas bara arang

Penampakan sate setelah dibakar, tinggal diguyur saus


Setelah melalui proses yang panjaang, tarraaa...inilah hasilnya, satai padang remang-remang :D


Semoga bermanfaat :)