Bismillah...
Kulit sapi a.k.a Cecek adalah salah satu makanan favorit suami, jadi berbagai olahan cecek pun sudah sy coba, mulai dari lodeh, tumis kecap, balado. Nahh..kali ini sy coba masak menggunakan bumbu kare. Bukan tanpa alasan sy berani menguji cobakan kare dengan kulit sapi ini, pertama karena kulit sapi yang sy peroleh dari mang sayur ini tebel banget, mirip yang di rumah makan padang itu lhoo, manteb banget tebelnya, ga mahal lagi *ujung2nya ini* hihi. Trus yang kedua karena sy menemukan garam masala dari timbunan bahan di lemari makan. hihihi
oiyaaa, sedikit cerita ya. minggu lalu sy mulai nyicil beberes rumah. Bisa dibilang sebagai tradisi menjelang ramadhan gt lah, jadi memudahkan acara masak memasak dan menyegarkan mata tentunya :)
Beberes dimulai dari lemari dapur yang aduhaaaiii buerantakannya. Mulai dengan mengeluarkan seisi lemari, dibersihkan, barang2 yang sudah tidak terpakai disingkirkan, dan *karena barusan mborong berpuluh kontainer* memilah bahan2 makanan yang nantinya akan disusun rapi dalam kontainer yang telah diberi label. Nampak sepele yah, padahal ngerjain gini aja luamaaa banget, sambiannya banyak soalnya.
Lemari dapur beres, lanjut bersihin rak buku. Menata ulang buku2 yang jadi berantakan *padahal jarang dibaca loh*, mengalokasikan space khusus di lemari untuk area Tifa (buku, alat2 coret, dll). Laci2 dibersihkan, dan tidak lupa barang2 yang sudah tidak terpakai dibuang. Hal ini penting untuk menjaga rumah agar lebih efisien, tidak banyak tumpukan barang2 tidak berguna yang akhirnya hanya menghabiskan tempat yang terbatas di rumah. Harus kejam untuk urusan begini *kadang merasa sayang sih* :(
Setelah sempet terhenti beberapa hari, lanjut bersihin kulkas, cuci2, sortir2, semua bahan masuk kontainer, dan beres, selesai dalam2 jam! :D
oke, lanjut ke kare lagi. hehe. Mengenai garam masala, sy beli waktu liat2 bahan aneh2 di setiabudhi supermarket, setelah dibeli eee nganggur lamaaa sampai akhirnya sy bikin kare ini *alhamdulillah blm expired* hihi. Berdasarkan referensi dari om Wiki, garam masala adalah bubuk rempah-rempah hasil racikan untuk masakan India. Dalam bahasa Hindi, garam berarti panas (bukan pedas), dan masala berarti racikan rempah-rempah. Bubuk ini ditambahkan ke dalam masakan sebagai penambah aroma. Walaupun bahan garam masala bisa berbeda-beda menurut daerahnya di India, namun garam masala umumnya dibuat dari lada (hitam/putih), cengkeh, daun salam koja,cabe jawa, jintan hitam, jintan, kayumanis, kapulaga (hitam, coklat, hijau), biji pala, fuli, bunga lawang/pekak. Semua bahan dihaluskan menjadi satu hingga menjadi bubuk halus.
Bumbu kuahnya sama aja dengan resep kare pada umumnya, tapi yg ini rasanya lebih ringan karena sy pakai garam masala yg tidak banyak. Jika ingin rasa yang lebih tajam, garam masalanya boleh ditambah sesuai selera. Untuk isian, bisa pakai daging sapi, daging ayam, iga, kikil, telur, kentang, apa lagi yaa...kuahnya aja enak sih, cocok aja dikasi isian macam2.
Ingredients :
1/2 kg kulit sapi tebal, cuci bersih, rebus sebentar sampai mendidih untuk membuang kotoran yg masih menempel
2 buah kapulaga
1 buah bunga lawang/pekak
5 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
3 lembar daun salam
2 batang Sereh
1 buah bawang bombay ukuran besar, rajang halus
2 cm lengkuas, memarkan
3 cm Kayu manis
1 buah tomat,potong kotak
400 ml santan kental (bukan kental seperti santan instan lho ya, kekentalan bisa disesuaikan ma selera)
bumbu halus :
2 siung Bawang putih
1/2 ruas jari kunyit
4 buah cabe merah
1 cm jahe
1/2 sdt ketumbar
1/2 sdm garam masala bubuk (kalau ga ada bisa diganti bubuk kare)
1/2 sdm garam
sejumput gula pasir
How to :
- Tumis bawang bombay hingga layu, masukkan semua rempah, tumis sesaat
- Masukkan bumbu halus, tumis hingga harum.
- Masukkan kulit sapi, aduk rata dengan bumbu lalu tuangi air secukupnya. Rebus hingga kulit empuk
- Tuang santan, aduk2 hingga mendidih. Angkat, sajikan selagi hangat
Selamat mencoba :)
Friday, July 5, 2013
Thursday, July 4, 2013
Nasi Kuning Istimewa
Bismillah
Pasti ga asing dengan olahan nasi yang satu ini kaann?! yup, nasi kuning biasaaaa banget ada di masyarakat kita, terutama sebagai hidangan perayaan. Sama halnya dengan dirumah ini, adakalanya masak nasi kuning sebagai variasi kala bosen makan nasi putih *dan Tifa pasti excited banget liat warna nasinya, besoknya jadi tanya2 "nasinya sekarang warna appaa, Tifa mau nasi warna biruuu" dhooeeengg!..halaaahh* bedanyaaa..disini ga perlu ada perayaan untuk bikin sesuatu yang agak beda dari biasanya, everyday is a special day *ehm :D
Dulu2 agak ga pede posting nasi kuning ini, nasi kuning gitu loh, kayaknya semua juga bisa bikin. Awal2 bikin rasanya juga biasa aja, seperti nasi kuning pada umumnya lah. Tapiii..berhubung baru dapat tips-tips ciamik mengolah nasi kuning dengan rasa istimewa, langsung deh praktek. Prinsip masak itu, everything is worth to try, hal-hal baik gini kalo ga ditulis dan dipraktekin banyak lupanya. daaann..percobaan kali ini sukseeess, nasi kuningnya tambah wenaaaaakkk :D oiya, nasi kuning ini adalah yang kedua dari nasi kuning pertama dalam jarak waktu yang berdekatan. enak sih :)
Ingredients :
600 gr beras, cuci
2 lb daun salam
1 bt serai, keprek
2 lb daun jeruk, buang tulang daunnya
1 sdt unsalted butter (agar warnanya mengkilap)
1 sdt garam
1 buah bawang merah, keprek (agar rasanya lebih gurih)
setengah buah jeruk nipis ambil airnya (agar warna kuningnya terang)
1 ruas jari kunyit, parut/haluskan, beri air, saring (kalo ada, pake kunyit jenis bulat, lebih tajam warna kuningnya)
1 sdt herb spices untuk tumpang (optional)
Santan dari 1/4 butir kelapa
How to :
- Masukkan beras dalam wadah magic com, tuang santan dan bumbu yang lain
- Tekan tombol "cook" dan biarkan magic com menyelesaikan tugasnya
- Sesaat setelah tombol cook sudah mati, buka tutup magic com dan aduk aduk nasi hingga tercampur rata
- Tutup kembali magic com dan biarkan selama kurang lebih 15 menit hingga nasi matang sempurna
Gampang kan?! cobain yuuk...^_^
Pasti ga asing dengan olahan nasi yang satu ini kaann?! yup, nasi kuning biasaaaa banget ada di masyarakat kita, terutama sebagai hidangan perayaan. Sama halnya dengan dirumah ini, adakalanya masak nasi kuning sebagai variasi kala bosen makan nasi putih *dan Tifa pasti excited banget liat warna nasinya, besoknya jadi tanya2 "nasinya sekarang warna appaa, Tifa mau nasi warna biruuu" dhooeeengg!..halaaahh* bedanyaaa..disini ga perlu ada perayaan untuk bikin sesuatu yang agak beda dari biasanya, everyday is a special day *ehm :D
Dulu2 agak ga pede posting nasi kuning ini, nasi kuning gitu loh, kayaknya semua juga bisa bikin. Awal2 bikin rasanya juga biasa aja, seperti nasi kuning pada umumnya lah. Tapiii..berhubung baru dapat tips-tips ciamik mengolah nasi kuning dengan rasa istimewa, langsung deh praktek. Prinsip masak itu, everything is worth to try, hal-hal baik gini kalo ga ditulis dan dipraktekin banyak lupanya. daaann..percobaan kali ini sukseeess, nasi kuningnya tambah wenaaaaakkk :D oiya, nasi kuning ini adalah yang kedua dari nasi kuning pertama dalam jarak waktu yang berdekatan. enak sih :)
Ingredients :
600 gr beras, cuci
2 lb daun salam
1 bt serai, keprek
2 lb daun jeruk, buang tulang daunnya
1 sdt unsalted butter (agar warnanya mengkilap)
1 sdt garam
1 buah bawang merah, keprek (agar rasanya lebih gurih)
setengah buah jeruk nipis ambil airnya (agar warna kuningnya terang)
1 ruas jari kunyit, parut/haluskan, beri air, saring (kalo ada, pake kunyit jenis bulat, lebih tajam warna kuningnya)
1 sdt herb spices untuk tumpang (optional)
Santan dari 1/4 butir kelapa
How to :
- Masukkan beras dalam wadah magic com, tuang santan dan bumbu yang lain
- Tekan tombol "cook" dan biarkan magic com menyelesaikan tugasnya
- Sesaat setelah tombol cook sudah mati, buka tutup magic com dan aduk aduk nasi hingga tercampur rata
- Tutup kembali magic com dan biarkan selama kurang lebih 15 menit hingga nasi matang sempurna
Gampang kan?! cobain yuuk...^_^
Thursday, June 20, 2013
Sayur Bobor Bayam
Bismillah...
Salah satu yang aku suka dari memasak adalah..selalu ada ruang untuk berusaha meningkatkan kemampuan, bereksperimen dengan bumbu untuk mendapatkan citarasa masakan yang pas di lidah. Trial and error berkali kali, ga pernah menyerah meski kadang gagal, meski kadang ga enak, dan merasa pede kalo masakan dah enak padahal diluar sana banyak ibu2 yg bisa masak jauh lebih enak. hehe..tapi inilah seninya memasak, belajar dari kegagalan dan belajar untuk meningkatkan kesuksesan *ceilah :D
Seperti resep yang satu ini nih, Aaahhh..dah biasaaaa banget masak sayur bobor, dan merasa dah berhasil memformulasikan bumbu yang cukup enak dilidah, dan pastinya anak dan suamiku suka. Awalnya nyontek resep dari buku masakan yang dikasi adikku sebagai kado pernikahan, tau aja kalo mbaknya ga jago masak :p kayaknya sih enak2 aja tuh. Eee..dapet masukan dari ibu, kalo sayur bobor ituuuu...yg ga boleh ketinggalan juga adalah tempe bosok, juaranya "bumbu penyedap" wong jowo dari jaman baheula. Okee..selanjutnyaaa...aku hampir selalu nyetok tempe bosok di kulkas. Oiya, cerita tentang tempe bosok dulu yaa. Awalnya aku mengira kalo ga bisa ngebusukin tempe di iklim seperti bandung ini. Kalo dibiarin, tempe cenderung mengering, bukannya membusuk seperti yang umum terjadi seperti di jawa timur. Trus nyobain cara lain lagi, tempe dibasahin trus bungkus pake kresek, eh..ga berhasil juga. Ahh..trus menyimpulkan kalo ga bisa nih mbusukin tempe disini. Ternyata eh ternyata, ada hikmahnya aku sering membiarkan bahan makanan terbengkalai di kulkas dan akhirnya ga termasak dan berakhir di tempat sampah *eh, tidak untuk ditiru yaa :D si tempe yg lama semedi di kulkas meski luarnya terlihat mengering tapi ternyata dalemnya membusuk lho, ciri2nya warna tempe coklat2 keabu2an gimanaa gitu *piye ngene ki?! dan baunya..hmmm..syedap boowww..mengundang lalat :D tapi bau yang menipu ini berhasil bikin masakan muanteb jaya.
Balik lagi soal sayur bobor, dengan resep dari si buku masakan itu, aku tambahin tempe bosok. dan bener aja, rasanyaaaa..dari cukup enak meningkat jadi enak! lak manteb thooo :D
Merasa sudah cocok ma resepnya, ahh..pede doong, sampai suatu ketika...aku dikasi sayur bobor ma tetanggaku (tetanggaku ini orang madiun, masakannya pake resep2 jadul ala mbah2 jawa. Enak deh), dengdooongg..langsung deh, terkewer2 hatiku ma sayur bobornya *halah. Berikutnyaaa..bisa dipastikan, aku minta resep sedetil2nya :D #untuk urusan kayak gini, ga ada istilah malu untuk KEPO :D
Kemarin baru praktek, daaannn...nyamnyamnyaaaammm, enaknya juaraaaa!!! :D
Salah satu yang aku suka dari memasak adalah..selalu ada ruang untuk berusaha meningkatkan kemampuan, bereksperimen dengan bumbu untuk mendapatkan citarasa masakan yang pas di lidah. Trial and error berkali kali, ga pernah menyerah meski kadang gagal, meski kadang ga enak, dan merasa pede kalo masakan dah enak padahal diluar sana banyak ibu2 yg bisa masak jauh lebih enak. hehe..tapi inilah seninya memasak, belajar dari kegagalan dan belajar untuk meningkatkan kesuksesan *ceilah :D
Seperti resep yang satu ini nih, Aaahhh..dah biasaaaa banget masak sayur bobor, dan merasa dah berhasil memformulasikan bumbu yang cukup enak dilidah, dan pastinya anak dan suamiku suka. Awalnya nyontek resep dari buku masakan yang dikasi adikku sebagai kado pernikahan, tau aja kalo mbaknya ga jago masak :p kayaknya sih enak2 aja tuh. Eee..dapet masukan dari ibu, kalo sayur bobor ituuuu...yg ga boleh ketinggalan juga adalah tempe bosok, juaranya "bumbu penyedap" wong jowo dari jaman baheula. Okee..selanjutnyaaa...aku hampir selalu nyetok tempe bosok di kulkas. Oiya, cerita tentang tempe bosok dulu yaa. Awalnya aku mengira kalo ga bisa ngebusukin tempe di iklim seperti bandung ini. Kalo dibiarin, tempe cenderung mengering, bukannya membusuk seperti yang umum terjadi seperti di jawa timur. Trus nyobain cara lain lagi, tempe dibasahin trus bungkus pake kresek, eh..ga berhasil juga. Ahh..trus menyimpulkan kalo ga bisa nih mbusukin tempe disini. Ternyata eh ternyata, ada hikmahnya aku sering membiarkan bahan makanan terbengkalai di kulkas dan akhirnya ga termasak dan berakhir di tempat sampah *eh, tidak untuk ditiru yaa :D si tempe yg lama semedi di kulkas meski luarnya terlihat mengering tapi ternyata dalemnya membusuk lho, ciri2nya warna tempe coklat2 keabu2an gimanaa gitu *piye ngene ki?! dan baunya..hmmm..syedap boowww..mengundang lalat :D tapi bau yang menipu ini berhasil bikin masakan muanteb jaya.
Balik lagi soal sayur bobor, dengan resep dari si buku masakan itu, aku tambahin tempe bosok. dan bener aja, rasanyaaaa..dari cukup enak meningkat jadi enak! lak manteb thooo :D
Merasa sudah cocok ma resepnya, ahh..pede doong, sampai suatu ketika...aku dikasi sayur bobor ma tetanggaku (tetanggaku ini orang madiun, masakannya pake resep2 jadul ala mbah2 jawa. Enak deh), dengdooongg..langsung deh, terkewer2 hatiku ma sayur bobornya *halah. Berikutnyaaa..bisa dipastikan, aku minta resep sedetil2nya :D #untuk urusan kayak gini, ga ada istilah malu untuk KEPO :D
Kemarin baru praktek, daaannn...nyamnyamnyaaaammm, enaknya juaraaaa!!! :D
Bahan :
1 ikat bayam, siangi, cuci bersih
1 buah labu siam ukuran sedang, potong2 tipis
1 buah wortel, kupas, potong2 tipis
2 buah tahu, potong2, rebus hingga matang
Bumbu :
4 siung bawang putih
2 buah bawang merah
2 buah kemiri, sangrai
1 cm kencur
1/2 sdt ketumbar
1 sdt garam
1 sdt gula
4 cm tempe bosok, bungkus daun lalu kukus hingga matang
3 cm lengkuas, keprek
2 lembar daun salam
850 ml santan sedang
Cara memasak :
1. Haluskan bawang putih, bawang merah, ketumbar, kemiri dan kencur. Penyet sebagian tempe bosok hingga nyaris hancur, sebagiannya penyet kasar aja
2. Masak santan sambil sesekali diaduk hingga mendidih. Masukkan wortel, masak sesaat sampai setengah matang, masukkan labu siam, biarkan sesaat.
3. Masukkan bumbu halus dan tempe bosok beserta daun salam, lengkuas, gula dan garam. Koreksi rasanya
4. Jika rasanya sudah pas, matikan api, masukkan bayam. Biarkan hingga dingin, bayam akan matang sendiri (ato kalau pengen segera dinikmati, masukkan bayam menjelang wortel dan labu siam matang)
Well, selamat mencoba, pastikan menambah bumbu cinta didalamnya. Pasti deh, dijamin rasanya tambah mantaabbb ^_^
Monday, June 17, 2013
Chiffon Cake Putih Telur ala Pak Sahak
Bismillah...
Sebenernya kalo suami sedang tidak di rumah tu muwaleees masak, apalagi bikin kue. Siapa yang mo ngabisiiiin?! ups *sori ayy!! xixixi. Tapiii..berhubung kurang kerjaan, apalagi kalo anak-anak dah pada tidur, jadilah..cari cari kerjaan biar sibuk :D
Pengen bikin kue ini tu sejak pak Sahak posting resep ini di facebook, diikuti oleh deretan ibu-ibu yg sukses mengeksekusi tu resep jadi sajian yang membuat mataku lapar. Pas banget di kulkas masih ada sisa putih telur sejak berabad lalu *emang mumi*. Sejak sore dah diniatin mo eksekusi, langkah pertama, mengeluarkan putih telur dari kulkas! Malam beranjak semakin larut. heiii..mana niat baikku yang tadi yah? kok malah asik cuci mata liatin barang barang dagangan orang *dasar emak emak :D
sempet terbersit "ato ga jadi aja yaaa..." mana lagi hujan deres loh, dapurku agak kurang kondusif untuk meng-counter cuasa yg ekstrim *alesaaaaan. gimana yaaa...ahh..sepertinya dua kepribadian dalam otakku sedang bertarung memperebutkan hatiku *halah, ngemeng epe (baca : ngomong opo). daaaannn...akhirnya baru memutuskan "okelah..aku harus konsisten dengan niat baikku" saat jam sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB!!! olalaaaa....
diawalai dengan ngepeli genangan2 air sisa hujan, semangat baking mulai membara. Nyiapain bahan-bahan, Ambil wadah buat ngocok adonan, ambil timbangan, nimbang putih telur, dan tarraa..timbangannya rusak lagi! hahaaa...aaahhh..biasa itu mah, niat baik biasanya selalu mendapat cobaan *edisi menghibur diri sendiri :D kan masih bisa pake jurus ilmu kebatinan (alias ngawwuurr), nothing to loose lah, jadi gak jadi yowes. Gula dan aneka tepung2an masih bisa dikira2 pake sendok, cemplang cemplung asal aja nakarnya, daaann..sempet terjadi insiden yg aaarrrrggghhh!! jadi gini...aku bikin setengah resep menyesuaikan dengan jumlah putih telur, tapi eh tapii..maizena, susu bubuk dan sari jeruk instant aku takar satu resep, mana dah dituang dalam satu wadah bersama terigu pula, jadilah..meluangkan waktu untuk ngambilin kelebihan takaran itu sampai ga memungkinkan untuk dipilah. oiyaaa...satu lagi, saat mixer mulai dinyalakan, agak panik gimana cara ngira2 takaran minyak gorengnya ya, buru2 googling cara mengkonversi cairan dari gram ke ml, dan gak nemu!! kali ini bener2 blank ga ada ide gimana cara ngawurnya *bayangin lagi ujian mengarang indah, trus ga tau musti nulis apa, dengdooong!!
Bakal ngira akan bantat, ternyataaa..well done lah, teksturnya lembyut, nyus khas cake dari putih telur, ga manis, tapi terasa agak berat, mungkin karena ada kelebihan tepung tadi. okeeyy..cake ini patut untuk dicoba kok. Pasti hasilnya lebih oke kalo lebih taat resep :)
Resep Chiffon cake putih telur ala pak Sahak ini aslinya rasa coklat, tapi karena *lagi-lagi* ada sari jeruk instant yag dah lamaaaa nganggur, jadilah..aku bikin yang versi jeruk. Makasi resepnya ya pak :)
Berikut ini takaran satu resep untuk loyang diameter 22 cm yaa. Aku pake setengah resep aja, jadi resep berikut tinggal dibagi 2 begitu yaaa..
Bahan A :
Putih telur 525 gram ( 12 butir putih telur)
Gula pasir 200 gram
Emulsiefier 30 gram/ 1 sdm ( aku ga pake)
Bahan B :
200 gram tepung terigu (aku pakai protein sedang)
30 gram maizena
40 susu bubuk/skm
40 gram coklat bubuk (aku pakai sari jeruk instant)
Campur jadi satu dan ayak
Bahan C :
Margarin/minyak goreng cair 150 gram
Cara :
1. Panaskan Oven 150 deg. Siapkan loyang chiffon cake (jangan dioles apapun)
2. Campur semua bahan A jadi satu lalu dikocok hingga mengembang dan kaku, kurang lebih 10 menit, sisihkan.
3. Masukan bahan B ke bahan A, aduk rata.
4. Masukan bahan C ke adonan, ratakan dengan teknik aduk balik.
5. Tuang keloyang diameter 22, kemudian panggang selama 50 menit atau sampai matang.
Sebenernya kalo suami sedang tidak di rumah tu muwaleees masak, apalagi bikin kue. Siapa yang mo ngabisiiiin?! ups *sori ayy!! xixixi. Tapiii..berhubung kurang kerjaan, apalagi kalo anak-anak dah pada tidur, jadilah..cari cari kerjaan biar sibuk :D
Pengen bikin kue ini tu sejak pak Sahak posting resep ini di facebook, diikuti oleh deretan ibu-ibu yg sukses mengeksekusi tu resep jadi sajian yang membuat mataku lapar. Pas banget di kulkas masih ada sisa putih telur sejak berabad lalu *emang mumi*. Sejak sore dah diniatin mo eksekusi, langkah pertama, mengeluarkan putih telur dari kulkas! Malam beranjak semakin larut. heiii..mana niat baikku yang tadi yah? kok malah asik cuci mata liatin barang barang dagangan orang *dasar emak emak :D
sempet terbersit "ato ga jadi aja yaaa..." mana lagi hujan deres loh, dapurku agak kurang kondusif untuk meng-counter cuasa yg ekstrim *alesaaaaan. gimana yaaa...ahh..sepertinya dua kepribadian dalam otakku sedang bertarung memperebutkan hatiku *halah, ngemeng epe (baca : ngomong opo). daaaannn...akhirnya baru memutuskan "okelah..aku harus konsisten dengan niat baikku" saat jam sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB!!! olalaaaa....
diawalai dengan ngepeli genangan2 air sisa hujan, semangat baking mulai membara. Nyiapain bahan-bahan, Ambil wadah buat ngocok adonan, ambil timbangan, nimbang putih telur, dan tarraa..timbangannya rusak lagi! hahaaa...aaahhh..biasa itu mah, niat baik biasanya selalu mendapat cobaan *edisi menghibur diri sendiri :D kan masih bisa pake jurus ilmu kebatinan (alias ngawwuurr), nothing to loose lah, jadi gak jadi yowes. Gula dan aneka tepung2an masih bisa dikira2 pake sendok, cemplang cemplung asal aja nakarnya, daaann..sempet terjadi insiden yg aaarrrrggghhh!! jadi gini...aku bikin setengah resep menyesuaikan dengan jumlah putih telur, tapi eh tapii..maizena, susu bubuk dan sari jeruk instant aku takar satu resep, mana dah dituang dalam satu wadah bersama terigu pula, jadilah..meluangkan waktu untuk ngambilin kelebihan takaran itu sampai ga memungkinkan untuk dipilah. oiyaaa...satu lagi, saat mixer mulai dinyalakan, agak panik gimana cara ngira2 takaran minyak gorengnya ya, buru2 googling cara mengkonversi cairan dari gram ke ml, dan gak nemu!! kali ini bener2 blank ga ada ide gimana cara ngawurnya *bayangin lagi ujian mengarang indah, trus ga tau musti nulis apa, dengdooong!!
Bakal ngira akan bantat, ternyataaa..well done lah, teksturnya lembyut, nyus khas cake dari putih telur, ga manis, tapi terasa agak berat, mungkin karena ada kelebihan tepung tadi. okeeyy..cake ini patut untuk dicoba kok. Pasti hasilnya lebih oke kalo lebih taat resep :)
Resep Chiffon cake putih telur ala pak Sahak ini aslinya rasa coklat, tapi karena *lagi-lagi* ada sari jeruk instant yag dah lamaaaa nganggur, jadilah..aku bikin yang versi jeruk. Makasi resepnya ya pak :)
Berikut ini takaran satu resep untuk loyang diameter 22 cm yaa. Aku pake setengah resep aja, jadi resep berikut tinggal dibagi 2 begitu yaaa..
Bahan A :
Putih telur 525 gram ( 12 butir putih telur)
Gula pasir 200 gram
Emulsiefier 30 gram/ 1 sdm ( aku ga pake)
Bahan B :
200 gram tepung terigu (aku pakai protein sedang)
30 gram maizena
40 susu bubuk/skm
40 gram coklat bubuk (aku pakai sari jeruk instant)
Campur jadi satu dan ayak
Bahan C :
Margarin/minyak goreng cair 150 gram
Cara :
1. Panaskan Oven 150 deg. Siapkan loyang chiffon cake (jangan dioles apapun)
2. Campur semua bahan A jadi satu lalu dikocok hingga mengembang dan kaku, kurang lebih 10 menit, sisihkan.
3. Masukan bahan B ke bahan A, aduk rata.
4. Masukan bahan C ke adonan, ratakan dengan teknik aduk balik.
5. Tuang keloyang diameter 22, kemudian panggang selama 50 menit atau sampai matang.
Sunday, June 16, 2013
Oseng Bunga Pepaya
Bismillah..
ini masakan dah berminggu lalu. nuikmatnyaaaa..tak terkira #halahlebay :D
bener lho, tiap makan gini rasanya perut dah kenyang tp mulut masih pengen ngunyah. enaaaakkkk!! sehat pastinya, apalagi buat busui nih, bisa jadi booster buat nambah ASI.
Masak ini gara2nya si mang tukang sayur ga lewat, mana di kulkas kosong melompong ga ada yg bisa dimasak. fiuh. Untungnyaaa..tetanggaku ada yg nanam pepaya di taman komplek, mana bunganya merumbai-rumbai ga ada yg manen, jadi aku aja deh yg manen daripada mubadzir #halah padahal seneng yg gratisan :D
nah..bunga pepaya tu kan kalo dah mateng mempis banget alias keliatan banyak tapi jadinya sak uprit (bangsa dedaunan dan bebungaan emang gitu ya), jadinya aku tambahin ma daun pepaya yg masih muda. Lumayaaan..jadinya banyak, bisa puas2in makan.
Sebenernya yang bikin eksotis rasa bunga dan pepaya itu ya pahitnya ituh, tapii..suami ga seberapa doyan ma yg pahit2, jadilah..menurut tips dari tetanggaku (tetangga yg lain lagi maksutnya), pas ngrebus si daun ma si bunga ditambah ma bongkahan batu bata merah (konon sih aslinya pake lempung/tanah liat). dan beneerrr..asli paitnya berkurang drastis (masih ada pahit2nya sih, tp enaaak).
Yang bikin tambah spesial itu aku tambahin tempe bosok/tempe semangit, yaitu tempe yg dibiarin beberapa hari hingga nyaris membusuk. Kayaknya orang jawa familiar banget deh ma "bumbu penyedap" yang satu itu, asli bikin olahan makin nendaaaang!
Berikut ini resep oseng bunga pepaya ala saya,
bahan :
bunga pepaya secukupnya, siangi, cuci bersih
daun pepaya
segenggam teri tawar, goreng kering
bumbu :
5 buah bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
5 buah cabe rawit, iris serong
2x2x5 cm tempe bosok, bungkus daun, kukus hingga matang, cincang
2 cm lengkuas, keprek
2 lembar daun salam
garam secukupnya
sejumput gula
minyak secukupnya
cara mengolah :
1. Panaskan air hingga mendidih, masukkan bunga dan daun pepaya (untuk mengurangi pahit, masukkan 1/4 bongkah batu bata), masak hingga empuk.
2. Setelah bunga dan daun empuk, angkat dan tiriskan. Biarkan agak dingin lalu peras dengan cara dikepal, setelah itu iris-iris
3. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum (pake minyak bekas goreng teri), masukkan bumbu lainnya, masak hingga matang
4. Masukkan bunga dan daun pepaya, aduk rata
5. Terakhir masukkan teri goreng, aduk rata, angkat.
Masakan simpel, sehat dan ngabis2in nasi :D
Semoga bermanfaat :)
ini masakan dah berminggu lalu. nuikmatnyaaaa..tak terkira #halahlebay :D
bener lho, tiap makan gini rasanya perut dah kenyang tp mulut masih pengen ngunyah. enaaaakkkk!! sehat pastinya, apalagi buat busui nih, bisa jadi booster buat nambah ASI.
Masak ini gara2nya si mang tukang sayur ga lewat, mana di kulkas kosong melompong ga ada yg bisa dimasak. fiuh. Untungnyaaa..tetanggaku ada yg nanam pepaya di taman komplek, mana bunganya merumbai-rumbai ga ada yg manen, jadi aku aja deh yg manen daripada mubadzir #halah padahal seneng yg gratisan :D
nah..bunga pepaya tu kan kalo dah mateng mempis banget alias keliatan banyak tapi jadinya sak uprit (bangsa dedaunan dan bebungaan emang gitu ya), jadinya aku tambahin ma daun pepaya yg masih muda. Lumayaaan..jadinya banyak, bisa puas2in makan.
Sebenernya yang bikin eksotis rasa bunga dan pepaya itu ya pahitnya ituh, tapii..suami ga seberapa doyan ma yg pahit2, jadilah..menurut tips dari tetanggaku (tetangga yg lain lagi maksutnya), pas ngrebus si daun ma si bunga ditambah ma bongkahan batu bata merah (konon sih aslinya pake lempung/tanah liat). dan beneerrr..asli paitnya berkurang drastis (masih ada pahit2nya sih, tp enaaak).
Yang bikin tambah spesial itu aku tambahin tempe bosok/tempe semangit, yaitu tempe yg dibiarin beberapa hari hingga nyaris membusuk. Kayaknya orang jawa familiar banget deh ma "bumbu penyedap" yang satu itu, asli bikin olahan makin nendaaaang!
Berikut ini resep oseng bunga pepaya ala saya,
bahan :
bunga pepaya secukupnya, siangi, cuci bersih
daun pepaya
segenggam teri tawar, goreng kering
bumbu :
5 buah bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
5 buah cabe rawit, iris serong
2x2x5 cm tempe bosok, bungkus daun, kukus hingga matang, cincang
2 cm lengkuas, keprek
2 lembar daun salam
garam secukupnya
sejumput gula
minyak secukupnya
cara mengolah :
1. Panaskan air hingga mendidih, masukkan bunga dan daun pepaya (untuk mengurangi pahit, masukkan 1/4 bongkah batu bata), masak hingga empuk.
2. Setelah bunga dan daun empuk, angkat dan tiriskan. Biarkan agak dingin lalu peras dengan cara dikepal, setelah itu iris-iris
3. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum (pake minyak bekas goreng teri), masukkan bumbu lainnya, masak hingga matang
4. Masukkan bunga dan daun pepaya, aduk rata
5. Terakhir masukkan teri goreng, aduk rata, angkat.
Masakan simpel, sehat dan ngabis2in nasi :D
Semoga bermanfaat :)
Friday, June 14, 2013
Sup Kacang Merah dengan Brown Stock
Bismillah...
yuhhuuu...akhirnya bisa posting menu ini juga. Sup kacang merah dengan isian biasa, tapi kuahnyaaaa...hmmm..istimewaaahhh, luar biasa deh rasanya #halahlebay :D harap maklum ya, gini nih kalo berhasil bikin sesuatu yg nendaaang di lidah.
yup, yg bikin istimewa sup ini adalah pemakaian brown stock (kaldu sapi) sebagai kuah. Padahal dah ditambah air 750 ml-an, tapi tetep berassaaa kaldunya. Nyesel kenapaaa ga aku tambahi lagi airnya #eaaa :D
Tau namanya brown stock setelah baca2 reviewnya Ika Rahma dari chef yg ngisi ultah hhbf, langsung deh..penasaraaaaann!! pengen tau seenak apa cih si brown stock itu #dasar kepo :D
this is it, brown stock yg telah melelehkan hatiku :)
1/2 kg tulang sapi (aku pake bagian iga), bersihkan
1 buah bawang bombay ukuran sedang (sekitar 100 gr-an)
2 buah wortel utuh (sekitar 50 gr-an, ga usah dikupas, cuci bersih aja)
2 batang seledri
kulit bawang bombay dari bawang bombay diatas (ini yg bikin warnanya coklat cantik eksotik)
2 buah tomat ukuran kecil
2 liter air
cara membuat :
1. Panaskan oven (aku pakai api atas bawah, suhu 200 deg)
2. Siapkan pinggan tahan panas, olesi minyak, letakkan tulang di dalamnya dan panggang sampai berwarna kecoklatan dan tercium aroma harum daging (ovenku butuh waktu sekitar 50 menit)
3. Masukkan bahan2 lain (kecuali kulit bawang bombay) dan panggang lagi sekitar 10 menit
4. Keluarkan dari oven, pindahkan ke dalam panci. Selagi panas, siram dengan air
5. Masukkan kulit bawang bombay. Rebus dengan api besar hingga mendidih, lalu rebus dengan api kecil selama 1,5 sampai 2 jam
6. Saring lalu dinginkan
nahhh..brown stock ini bakal kuahnya si sup kacang merah berikut ini. Tulang Iga-nya di marinasi ma saus barbeque, trus di grill deh, mantab surantaaabbb! dagingnya so juicy :D
bahan :
300 gr kacang merah, rebus dg sedikit garam hingga empuk, tiriskan (bisa pakai kacang merah kalengan, rendam dulu semalaman)
3 buah wortel, kupas, potong2
50 gr buncis, potong2 3 cm
2 buah kentang, kupas, potong2
1 batang bawang daun, potong serong
2 batang seledri
1 buah tomat, belah 4
750 ml brown stock
750 ml air
5 butir bawang merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
1/4 sdt merica bulat, haluskan
secuil pala, haluskan
garam secukupnya
1/8 sdt gula
Cara membuat :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih halus hingga harum
2. Panaskan kembali brown stock+air, setelah mendidih masukkan kacang merah dan sayuran serta tumisan bawang. Masak hingga matang
3. Masukkan gula, garam, merica, pala, bawang daun, tomat dan seledri. matikan api
4. Taburi dengan bawang merah goreng. Hidangkan selagi hangat
yuhhuuu...akhirnya bisa posting menu ini juga. Sup kacang merah dengan isian biasa, tapi kuahnyaaaa...hmmm..istimewaaahhh, luar biasa deh rasanya #halahlebay :D harap maklum ya, gini nih kalo berhasil bikin sesuatu yg nendaaang di lidah.
yup, yg bikin istimewa sup ini adalah pemakaian brown stock (kaldu sapi) sebagai kuah. Padahal dah ditambah air 750 ml-an, tapi tetep berassaaa kaldunya. Nyesel kenapaaa ga aku tambahi lagi airnya #eaaa :D
Tau namanya brown stock setelah baca2 reviewnya Ika Rahma dari chef yg ngisi ultah hhbf, langsung deh..penasaraaaaann!! pengen tau seenak apa cih si brown stock itu #dasar kepo :D
this is it, brown stock yg telah melelehkan hatiku :)
1/2 kg tulang sapi (aku pake bagian iga), bersihkan
1 buah bawang bombay ukuran sedang (sekitar 100 gr-an)
2 buah wortel utuh (sekitar 50 gr-an, ga usah dikupas, cuci bersih aja)
2 batang seledri
kulit bawang bombay dari bawang bombay diatas (ini yg bikin warnanya coklat cantik eksotik)
2 buah tomat ukuran kecil
2 liter air
cara membuat :
1. Panaskan oven (aku pakai api atas bawah, suhu 200 deg)
2. Siapkan pinggan tahan panas, olesi minyak, letakkan tulang di dalamnya dan panggang sampai berwarna kecoklatan dan tercium aroma harum daging (ovenku butuh waktu sekitar 50 menit)
3. Masukkan bahan2 lain (kecuali kulit bawang bombay) dan panggang lagi sekitar 10 menit
4. Keluarkan dari oven, pindahkan ke dalam panci. Selagi panas, siram dengan air
5. Masukkan kulit bawang bombay. Rebus dengan api besar hingga mendidih, lalu rebus dengan api kecil selama 1,5 sampai 2 jam
6. Saring lalu dinginkan
nahhh..brown stock ini bakal kuahnya si sup kacang merah berikut ini. Tulang Iga-nya di marinasi ma saus barbeque, trus di grill deh, mantab surantaaabbb! dagingnya so juicy :D
bahan :
300 gr kacang merah, rebus dg sedikit garam hingga empuk, tiriskan (bisa pakai kacang merah kalengan, rendam dulu semalaman)
3 buah wortel, kupas, potong2
50 gr buncis, potong2 3 cm
2 buah kentang, kupas, potong2
1 batang bawang daun, potong serong
2 batang seledri
1 buah tomat, belah 4
750 ml brown stock
750 ml air
5 butir bawang merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
1/4 sdt merica bulat, haluskan
secuil pala, haluskan
garam secukupnya
1/8 sdt gula
Cara membuat :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih halus hingga harum
2. Panaskan kembali brown stock+air, setelah mendidih masukkan kacang merah dan sayuran serta tumisan bawang. Masak hingga matang
3. Masukkan gula, garam, merica, pala, bawang daun, tomat dan seledri. matikan api
4. Taburi dengan bawang merah goreng. Hidangkan selagi hangat
Bakpao Labu Kuning Isi Kacang Merah
Pertama bikin cemilan ini haduuu gak oke banget hasilnya, kisyuuuut berasa penuaan dini. Pas itu emang ga pake shortening (mentega putih) sih *nekat, soalnya emang ga punya, ternyata dampaknya signifikan. Yasudlah, masih tetep bisa dimakan kok ^_^
nahh..karena beberapa waktu lalu bikin butter cream dan masih ada sisa, jadilah..bertekad bikin bakpao lagi, kali ini gak boleh gagal dong. daaan..ternyataaa..bener kaaaan, hasilnya wokeee! saya bikin sampai 2x lho, karena yg pertama ludes dalam sehari. Alhamdulillah :) oiya, bakpao yg kedua takarannya tidak persis sesuai resep, karena bikin bareng Tifa, selain itu sekalian ngabisin stok labu kuningnya.
warna kuningnya dari labu kuning, lucu, mempluk2 dan enaaakk.Isiannya aku pake pasta kacang merah bikinan sendiri, Tifa suka banget tuh. Resep bakpao nyontek dari blog mbak Ika thanks ya mbaak.
berikut resep bakpao labu kuning isi kacang merah,
bahan pasta kacang merah :
200 gr kacang merah segar (bisa pakai yg kalengan, rendam dulu semaleman)
1/8 sdt garam
1/2 cup gula pasir
air secukupnya
cara pengolahan :
1. Rebus air dan kacang merah hingga mendidih, masukkan garam.
2. Rebus hingga kacang empuk. Angkat dan dinginkan
3. Haluskan dengan blender hingga lembut
4. Rebus lagi kacang bersama gula hingga meletup letup, angkat dan dinginkan
bahan bakpao :
300 gram tepung terigu protein rendah
100 gram labu kuning, dikukus, dihaluskan
1 1/2 sendok teh ragi instan
1/2 sendok teh baking powder
40 gram gula tepung
125 ml air es
20 gram mentega putih(yg ini wajib ya
1/2 sendok teh garam
Cara Pengolahan :
1. Campur tepung terigu, labu kuning, ragi instan, baking powder, dan
gula tepung. Aduk rata.2. Tuang air es sedikit – sedikit sambil diuleni sampai kalis.
3. Masukkan mentega putih dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 15 menit. Kempiskan adonan.
4. Timbang masing-masing 25 gram. Bulatkan. Kempiskan. Beri isi. Bentuk bulat. Alasi kertas roti. Diamkan 15 menit sampai mengembang.
5. Kukus 7 menit dengan api sedang.
Subscribe to:
Posts (Atom)