Friday, November 29, 2013

Sambal goreng kentang hati sapi

Bismillah..

Menu beberapa hari yang lalu, sy bikin sebagai salah satu pelengkap nasi kuning. Satu resep ini jadinya banyak, lebih dari cukup untuk dimakan sendirii. hehe
Dari segi rasa enak, pedasnya pas dan meskipun cuma menggunakan 250 gr hati sapi, tapi aromanya cukup terasa. Pas banget disajikan sebagai teman nasi kuning. Sayangnya, karena agak pedas, Tifa jadi ga bisa ikut makan deh


Sambal goreng kentang dan hati sapi
diadaptasi dari buku 1001 Resep Asli Masakan Indonesia dengan sedikit penambahan rasa dari sy.

bahan :
1 kg kentang, kupas, potong kotak kecil, goreng setengah matang
250 gr hati sapi, rebus dengan ditambah asam jawa
400 ml santan

bumbu halus : (haluskan dengan blender bersama minyak)
5 buah bawang merah
2 siung bawang putih
5 buah cabe merah, buang bijinya
7 buah cabe rawit (cabe bisa disesuaikan dengan selera ya)
5 butir kemiri
1/4 sdt terasi
1/2 sdm garam
1/2 sdm gula merah
1 sdt gula pasir

2 lembar daun salam
1 ruas jari lengkuas, keprek
1 batang serai, memarkan

Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus beserta daun salam, sereh, dan lengkuas hingg harum dan keluar minyaknya
2. Masukkan kentang dan hati sapi, aduk rata dengan bumbu
3. Masukkan santan, aduk rata dan masak hingga kuah mengental. Angkat

-Semoga bermanfaat-

Potato Gratin with mushroom

Bismillah..

Waw, akhirnya update blog lagi setelah beberapa lama dianggurin. Yup, sejak kejadian terbongkarnya pencurian foto sy oleh orang yg sy kenal, fiuu..jadi males mo upload dan nyatat2 resep. Ya..ya..ya..semoga dengan kejadian ini bisa lebih menyadarkan sy untuk lebih berhati-hati, para food blogger tentu paham betapa repotnya menyiapkan postingan foto dan resep ditengah kesibukan mengurus rumah. Terlebih bagi ibu dengan bayi dan balita super aktif plus tanpa asisten seperti sy. aishh..jadi curcol. maap yaa...^_^

Menu ini sy hidangkan untuk sarapan tadi pagi, cukup simpel cara pembuatannya, dan pastinya enaaakkk pake banget! suami dan anak-anak suka. Resepnya adalah hasil dari kegemaran nonton youtube bareng Tifa, hihihi..awalnya memang kami suka dengan Japanese Food, iseng2 nonton video tukang masak amatiran di runnyrunny999, ee nyobaain beberapa resepnya ternyata cocok. Salah satunya adalah menu ini. Dalam video aslinya, menu ini dinamakan Potato & Meat.


Pada resep aslinya, daging yang digunakan adalah bacon (dalam hal ini babi). Sebagai ga gantinya, sy gunakan daging ayam. Begitupula dengan kaldu, karena sy tidak punya stok kaldu (sapi atau ayam), pun dengan kaldu bubuk. Sehingga sy gunakan dashi sebagai pengganti kaldu tersebut. Substitusi bahan juga terjadi pada penggunaan jamur, resep aslinya menggunakan enoki dan shimenji, berhubung yg ada di kulkas hanya jamur champignon, Jadi tidak ada pilihan selain menggunakan apa yg ada. Well, hasilnya, enak banget kok. dan akhirnya hari ini pun bikin potato gratin lagi, tapi karena ga punya jamur, akhirnya sy pakai fussili. Sy tambahkan pula keju cheddar serta oregano (jadi Mac and Cheese deh) :)



Potato Gratin
adapted from runnyrunny999 (youtube)

bahan :
150 gr kentang, kupas, cuci dalam air mengalir, iris tipis2 (sekitar 2 mm), rendam dalam air selama kurang lebih 5 menit untuk menghilangkan kanjinya (starch)
80 gr jamur enoki
80 gr jamur shimeji
100-150 gr daging ayam, potong kotak
150 ml susu plain
50 ml air ditambah dengan 1 sdt dashi powder (kalau ada kaldu ayam bisa digunakan)
1/4 sdt merica hitam, haluskan
1 sdm tepung terigu
Keju Mozarella sesuai selera

How to :
1. Tiriskan kentang lalu keringkan dengan kitchen towel. Panaskan sedikit minyak pada wajan anti lengket, lalu masak kentang hingga agak kering dan berwarna kecoklatan pada kedua sisinya. Angkat, dan tiriskan minyaknya pada kitchen towel
2. Panaskan butter, tumis daging ayam hingga berubah warna dan berminyak. Lalu masukkan jamur, tumis hingga layu
3. Matikan api (atau bisa juga gunakan api kecil), masukkan tepung terigu, aduk hingga rata dan terigu matang. Masukkan susu cair lalu nyalakan api lagi dan masak hingga mengental
4. Masukkan larutan dashi dan merica bubuk, masak hingga mengental. Matikan api
5. Siapkan pinggan tahan panas. Tata didalamnya secara berurutan : olahan jamur, keju mozarella, kentang, lalu tutup lagi dengan keju mozarella.
6. Panggang dengan api atas bawah hingga matang dan kecoklatan (sy butuh waktu 20 menit dengan suhu 200 deg, lanjut dengan api atas 10 menit)


Hmmm...soooooo yummeeeeehhhhh ^_^

Friday, November 1, 2013

Pao Daging Sapi

Bismillah...

Parade daging sapi berikutnya setelah Dendeng Ragi, Tinoransak dan Satai Padang adalah Pao daging sapi. Kudapan yang satu ini sy buat dalam rangka monthly event Pawon Ibu dengan Tema aneka bakpao. Memasak daging untuk isian Pao ini sy sambi dengan memasak Brown Stock (masih menggunakan jatah daging qurban) yang kemudian sy gunakan untuk membuat sop.


Resep Pao daging sapi ini sy adaptasi dari Keluarga Nugraha dengan sedikit penyesuaian rasa dari sy. Rasanya enaaakkk sekali, mirip yang biasa dijual (lebih enak malah). hehe



PAO DAGING SAPI
bahan :
400 gr tepung terigu
1/2 sdt baking powder
11 gr ragi instant (1 bungkus)
150 gr gula pasir
200 ml air hangat
50 gr mentega putih (shortening)

Isi :
2 sdm minyak untuk menumis
5 siung bawang putih, haluskan
1 sdt parutan jahe
300 gr daging sapi, cincang kasar
2 batang daun bawang, rajang halus
3 sdt gula pasir
3 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 50 ml air

Cara membuat Pao:
1. Campur jadi satu gula pasir, ragi dan air hangat (gunakan wadah yang cukup besar ya, karena campuran ini akan mengembang dan berbuih (butuh waktu sekitar 15 menit)
2. Masukkan campuran ragi sedikit demi sedikit de dalam tepung sambil diuleni hingga kalis (kurleb 15 menit)
3. Setelah kalis, bulatkan adonan, lalu tutup wadah dengan plastic wrap, biarkan selama kurang lebih 1 jam (proses fermentasi dengan ragi yg telah dilarutkan termasuk lama, tapi hasilnya bagus dan enak). Waktu proofing juga tergantung kondisi suhu sekitar, semakin dingin semakin lama. Jika udara dingin, sy biasanya memfermentasikan diatas kompor mati yang sebelumnya telah dipanaskan. Adonan akan mengembang 2x lipatnya
4. Tambahkan mentega putih, uleni lagi sampai kalis

Cara membuat isian :

1. Panaskan minyak lalu tumis bawang putih dan jahe sampai harum
2. Masukkan daging cincang lalu aduk sampai daging berubah warna
3. Tambahkan daun bawang, gula pasir, garam, merica, saus tiram dan kecap. aduk rata. Tambahkan air secukupnya, masak hingga daging matang
4. Masukkan larutan maizena, masak sampai kental. Angkat, biarkan agak dingin

Penyelesaian :

1. Ambil adonan pao, bagi menjadi beberapa bagian sama besar. bentuk bulat
2. Pipihkan, lalu isi dengan adonan isi sesuai selera. Bulatkan lagi. Alasi bagian bawah pao dengan kertas roti
3. Kukus dalam dandang yang telah dipanaskan terlebih dahulu selama kuang lebih 10 menit dengan api sedang hingga matang

Satai Padang dan Lontong

Bismillah...

Edisi berikutnya parade olahan daging setelah Dendeng ragi dan Tinoransak adalah Satai padang. Sebenarnya menu ini tidak termasuk dalam daftar makanan yang akan sy olah, tapi ternyata dapat tambahan tugas masakin satai padang untuk dimakan bersama dengan tetangga satu blok. Yep, ceritanya kami botram (makan-makan bersama) gt, setelah sate ala sunda, lalu sate ala madiun, berikutnya karena ada tetangga yang asli orang padang, ditagihlah botram dengan sate padang. Nah, sedangkan tetangga tersebut belum pernah masak satai padang. Bermodal tawaran resep dari buku masakan padang, aku dong dengan pedenya menawarkan diri (mendadak amnesia ma kerjaan rumah). kyaaaa

Malam itu juga setelah selesai botram sate madiun, langsung deh capcus bikin lontong. Ini adalah lontong kesua yang pernah sy bikin. Ga berlama-lama merebus karena sy pakai panci pressure cooker (presto). Kalau pada umumnya bikin lontong butuh waktu sekitar 6 jam, dengan panci presto cukup butuh waktu kurang lebih 1,5 jam. cepet kan?! hasilnya juga woke lho, dari segi rasa juga enak (para konsumen tidak menyangka lontong dibuat dengan presto). Rahasia kecilnya adalah beras sebelum dibungkus daun diaron terlebih dahulu, sedangkan untuk menghasilkan warna lontong yang kehijau-hijauan, daun yang digunakan untuk membungkus dibalik fungsinya (bagian luar menjadi bagian dalam, jadi yang warna hijau tua menjadi bagian dalam pembungkus). Cara ini cukup berhasil menghasilkan lontong yg bagus, tapi menurutku sedapnya tidak bisa mengalahkan yang berlama-lama dimasak secara konvensional dengan kayu bakar. Tapi demi menghemat gas, worthed lah :)

Resep lontong ala presto ini sy adaptasi dari bunda Yulyan Parwati, thanks for the recipe ya bun, jazaakillahu khair :)

RESEP LONTONG ala PRESTO

Bahan : (1 resep ini jadinya banyak lho, untuk konsumsi sendiri bisa dipertimbangkan untuk membuat setengah resep saja)
4 cup beras, cuci bersih
5 cup air
Daun pisang untuk membungkus, panaskan hingga layu (bisa dijemur atau dipanaskan dengan api kompor), lap sampai bersih, potong2 dan bentuk bulat lonjong dengan diameter sesuai selera (bagian hijau tua di dalam ya), semat salah satu ujungnya dengan lidi
Cara :
1. Didihkan air didalam panci, masukkan beras, biarkan dan aduk sesekali hingga air habis. Matikan api, biarkan hingga panasnya berkurang
2. Isikan nasi aron dalam daun pisang, isi hingga penuh (tidak menyisakan ruang kosong, tapi jangan dipadatkan), semat ujungnya dengan lidi
3. Masukkan kedalam pressure cooker, tambahkan air hingga smua lontong benar2 terendam.
4. Masak selama 45 menit setelah panci mendesis, lalu matikan api, tunggu hingga tekanan dalam presto habis (tandanya presto sudah tidak mendesis) lalu cek tingkat kematangan lontong (bisa jadi kualitas presto menentukan waktu pembuatan lontong. Jika belum matang, tambahkan air lagi dan ulangi prosesnya seperti sebelumnya (catatan : panci presto tidak boleh sampai kehabisan air). 45 menit berikutnya hampir bisa dipastikan lontong sudah jadi. Matikan api
5. Saat sudah matang, ambil lontong dari dalam panci lalu tiriskan di atas tampah
6. Siap disajikan

Sedangkan untuk satai padang, proses pembuatanya ribeeett! tapiii...hasilnya, hmm..bener2 ga rugi deh, ENAK!! semua yang makan puas, katanya sudah miriiipp dengan satai padang yang banyak dijual. Alhamdulillah :)


RESEP SATAI PADANG

Source : Masakan Padang Populer dan Lezat by Adriati Ramli, dengan penjelasan dan sedikit koreksi rasa dari saya

bahan :
1,5 kg daging, lidah dan jantung sapi (aku pakai daging saja)
2 batang serai, memarkan
4 lembar daun jeruk
1 lembar daun kunyit, potong-potong

Tusukan satai secukupnya

Cara membuat :
1. Rebus daging bersama serai, daun jeruk dan daun kunyit hingga empuk. Angkat dan tiriskan
2. Iris kecil bentuk segitiga lalu tusuk dengan tusukan sate

hasilnya seperti ini,
bertusuk daging sapi yang siap dibakar



Bumbu Halus : (aku haluskan bumbu dengan blender bersama minyak secukupnya)
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah cabai merah
1 sdm ketumbar, sangrai
1/2 sdt jintan, sangrai
2 ruas jari kunyit bakar
1 ruas ibu jari jahe
1 ruas ibu jari lengkuas
1 buah pala (aku pakai 3/4 buah)
1 sdm merica
5 butir kapulaga
2 buah kembang lawang (pekak)
5 butir cengkih
2 ruas jari kelingking kayu manis

200 gr kacang tanah, cuci bersih, tiriskan hingga agak kering lalu haluskan (ga perlu terlalu halus, gerindil2nya menciptakan sensasi klethus klethus *halah)
400 ml santan dari 1 butir kelapa
Garam dan gula pasir secukupnya
minyak goreng secukupnya

cara membuat :
1. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang (minyaknya mulai keluar).
2. Masukkan kacang tanah halus, aduk, lalu masukkan santan. Masukkan gula dan garam secukupnya. Aduk dan masak hingga berminyak. Koreksi rasanya
3. Bagi dua bumbu halus tumis, satu bagian digunakan untuk melumuri daging sebelum dipanggang, satu bagian lainnya digunakan untuk membuat saus satai-nya

Hasilnya seperti ini,
bumbu tumisan yang akan digunakan untuk melumuri daging sebelum dibakar

bahan tambahan untuk saus satai :
150 gr tepung beras, larutkan dengan 50 ml air
3 lembar daun jeruk purut
2 lembar daun salam
1 ruas jari jempol lengkuas
garam dan gula (merah dan pasir) secukupnya

Cara membuat saus satai :
1. Masukkan sisa bumbu tumis ke dalam air rebusan daging, Masukkan daun jeruk, daun salam dan lengkuas. Masak hingga mendidih. Beri garam dan gula secukupnya
2. Masukkan larutan tepung beras, aduk-aduk hingga mengental dan matang, angkat

hasilnya seperti ini,
Saus yg spicy, super dumer yummeh


 Penyelesaian :
1. Siapkan bara arang, bakar satai sambil dibolak balik hingga bumbu mengering, sisihkan
Penampakan sate saat dibakar diatas bara arang

Penampakan sate setelah dibakar, tinggal diguyur saus


Setelah melalui proses yang panjaang, tarraaa...inilah hasilnya, satai padang remang-remang :D


Semoga bermanfaat :)

Tuesday, October 29, 2013

Tinoransak

Bismillah..

Ini adalah olahan kedua dari parade daging sapi. Setelah sebelumnya bikin Dendeng Ragi, berikutnya sy bikin Tinoransak. Pertama kali mengetahui olahan ini dari mbak marisa tamara yang posting di FB, konon makanan ini khas dari manado. Tampak menggiurkan dan sepertinya mantab pedasnya, okeee...cateeettt!!

dan bener lho, rasanyaaa...hmmm...maknyoosss karena sy tambahi 2x lipat cabenya *edisi ngamuk :D
enak deh! penikmat pedas musti coba olahan yang satu ini. Daging sapi diganti dengan ayam goreng atau ikan goreng gitu enak juga sepertinya. hmm...


Tinoransak
recipe by keluarga nugraha

Bahan :
500 gr daging sapi, potong kotak2 (sy pakai 700 gr, lain kali saya akan potong kotak lebih besar tapi lebih tipis)
1 lt air (tergantung jenis dagingnya juga ya, air segini untuk daging yang cepat empuknya, untuk daging yang lebih keras, jumlah air boleh ditambah, bisa sampai 2 liter)

3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu tumbuk kasar (sy blender kasar, biar cepet) :
3 siung bawang putih
10 butir bawang merah
6 bh cabe hijau besar
10 bh cabe rawit hijau (sy pakai 20 buah cabe rawit hijau, menurut sy sedikit kepedesan, tp acceptable lah, ga sampai bikin huhah huhah dan mules)
30 lembar daun jeruk, buang tulangnya 

2 cm jahe
3 cm kunyit, bakar
 


2 batang serai, ambil bagian putihnya (kalo aku, serainya digeprek aja, lalu tumis bersama bumbu lain)

garam dan gula secukupnya

Cara membuat ::
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum.
3. Masukan daging, aduk hingga daging berubah warna.
4. Masukan air, masak dengan api besar hingga mendidih, beri gula dan garam. Lalu kecilkan api, asak dengan api kecil hingga daging empuk dan kuah mengental.
5. Koreksi rasa lalu matikan api.

Dendeng Ragi

Bismillah...

Fiuuu..banyaaaaaak PR, foto2 menumpuk, ngantri buat di posting. yoshh..yoshh..yoshh..semangaaaattt #sambil mungutin serpihan semangat yang berceceran :D
Pasca idul adha beberapa waktu lalu, dapat bagian daging sapi banyaaaakkk!! saking banyaknya sampek bingung mo diapain aja, ga nyiapin rencana masak aneka olahan daging euyy!! alhasil setelah dibersihkan, ngambil dikit buat Soto Padang. Sisanya masukin kantong kresek (saking wadah ga ada yang muat), lalu dijejalkan ke freezer. hahah..bereess..liat soto padang sepanci gede bikin mblenger. eee..ndilalah sorenya tetangga ngundang buat bakar sate bareng2, ada sate kambing, ada sate sapi. yasud deh, ikoooottt, rejeki pantang ditolak yah! :D
jadilah, tambah males ma perdagingan, pengen makan sayur sop ajaaaa!! jadi 4 harian gitu daging masih ngendon di freezer, sehari2 kami makan pake sayuran lauk tahu tempe, duuhh..nikmat beneeerrrr :)
salah satu yang aku anggap kesalahan adalah, daging itu ga aku pisah2in, semuanya satu kantong *hiks
berhubung setelah di thawing daging tidak baik untuk dibekukan lagi, jadilah, masak dagingnya emang harus nunggu weekend, agar ada yang bantuin jaga anak-anak (baca : ayah). Jadi ada waktu juga buat mikir dan ngelist olahan daging yang kira2 pasti laku dan bisa disimpan di freezer buat stok lauk :)

Daging sudah dikeluarkan dari freezer dan dipindah ke refrigerator jumat malam, sabtu paginya dikeluarkan di suhu ruang. Menatap nanar gundukan daging itu, sejenak menghela nafas lalu bismilah, perjuangan dimulaiiiii!! parade olahan daging segera dimulai! dan..pilihan pertama jatuh pada dendeng ragi.
Jaman kecil dulu, inget banget, nenek sering bikin dendeng ragi. rasanyaaaa...olalaa..nikmatnyaaa, terekam indah di memoriku. Kangen banget ma masakan beliau. Resep dendeng ragi ini sy peroleh dari grup fb. Thanks tu umi jidah atas resepnya, sy utik sedikiit ya, coba2 semoga rasanya mendekati dendeng bikinan mbah. dan ternyata, emang nikmat lho, sudah mirip dengan apa yg dimasak mbah dulu. Awal2 mateng, tifa sukkaaaa pake banget, makanpun ga mau ma nasi, maunya makan ini aja (tumben2an dia bisa makan daging banyak).


Bahan: 
700 gram daging has (atau apa aja, yang cepet empuk dan tidak berotot, misalnya bagian paha)
1 butir kelapa setengah tua, parut kasar

bumbu halus :
15 siung bawang merah
5 siung bawang putih
3 sdt ketumbar
125 gm gula merah

3 sdt munjung garam
1 sdm gula pasir

Tambahan :
1 sdt air asam pekat
5 lembar daun salam
2 ruas lengkuas keprek

Cara membuatnya:
1. Potong daging tipis sesuai selera

2. Bagi menjadi 2 bumbu halus, setengahnya campurkan ke dalam kelapa parut dan aduk sampai merata , sisihkan. Sisa bumbu halus campurkan ke daging, aduk rata , tambahkan daun salam , lengkuas dan air asam.
3. Masak daging hingga bumbu meresap, tambahkan air panas secukupnya , masak sampai setengah lunak dan air tinggal sedikit.
4. Masukkan kelapa parut yg telah diberi bumbu, ratakan diatas daging , masak kembali sambil diaduk-aduk sampai air mengering. Cicipi rasanya, tambahkan gula atau garam jika dirasa perlu
5. Aduk rata sampai kelapa menguning,, kalau daging sudah lunak pisahkan dari kelapa, angkat dan teruskan masak kelapa sampai benar2 kering. (sy ga pakai tahap ini, daging beserta kelapa sy masak bersama sambil diaduk terus hingga mengering dan warnanya coklat tua)


masih berderet olahan daging dari perayaan idul adha tahun ini, tunggu yang berikutnya yah! :D

Tuesday, October 22, 2013

Ekkado Ala Hoka Hoka bento

Bismillah...

Ditengah kesibukan masak berkilo-kilo daging belakangan ini, wara wiri kesana kemari, ngurus anak-anak yang lagi sakit dan ngurus diri sendiri agar sehat ditengah gempuran virus-virus, alhamdulillah bisa meluangkan waktu memperbarui konten blog.

Bagi penikmat hidangan cepat saji Hoka hoka bento, pasti tidak asing dengan sajian menu yang satu ini. Yup! rasanya enak banget *dan mahal* dibandingkan dengan hidangan hokben lainnya. Sudah lama suami rekues untuk dibikinin ekkado, maklum beliao ini agak japanese minded, tapi seperti biasa..daku hanya bisa mengobral janji :p
Bukan apa2 sih, kulit tahunya itu yang jarang ditemui di supermarket. Hingga pada suatu ketika, kami belanja ke setiabudhi supermarket (supermarket tersebut banyak menjual produk2 impor dan aneka kebutuhan kaum expatriat yang banyak menghuni bandung wilayah utara sana), dan olalaaa...ketemu lah si kulit tahu  yang kami cari.
Paaass banget, beberapa saat kemudian mbak Rina Rinso posting resep ekkado-nya ini, langsung deh..conteeeekkkk!! :D makasih ya mbak, saya sesuaikan dengan bahan yang ada dan bertelur puyuh :)

Bahan :
250 gr udang kupas, haluskan
150 gr daging ayam bagian paha
(sy pakai 250 gr ayam giling dan 100 gr udang kupas)



Kulit kembang tahu, potong-potong 10x10 cm, perhatikan petunjuk pada kemasannya, jika kembang tahunya asin, celup sebentar dalam air untuk mengurangi asinnya
20 butir telur puyuh, rebus, kupas
Benang kasur untuk mengikat

Bumbu-bumbu:
1 sdt air jeruk nipis
1 sdt kecap manis
1/2 sdt garam
3 sdm tepung tapioka
1 sdt minyak wijen
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
1 butir telur, kocok lepas
2 sdt kecap ikan

Cara membuat :
1. Giling ayam bersama udang hingga halus, masukkan semua bumbu dan aduk hingga tercampur rata (bisa diproses dengan food processor)
2. Ambil 1 lembar potongan kulit tahu, isi dengan 1 sdm adonan, ratakan dan letakkan telur puyuh di tengah lalu satukan hingga membentuk bulat, ikat dengan benang
3. Setelah semua adonan terbentuk, kukus dalam kukusan yang telah dipanaskan hingga ekkado matang
4. Goreng sesaat sebelum disajikan
5. Hidangkan bersama salad dan saus tomat/sambal

Semoga bermanfaat ^_^

Wednesday, October 9, 2013

Pempek Palembang

Bismillah...

Alhamdulillah, akhirnya mood untuk posting resep ini di blog datang juga. hehe..super moody banget nih, adakalanya kalau sudah kelar dinas malam yang ada capek, pengen cepet-cepet rebahan dan tidur. Kali ini pun demikian, tapi inget2 foto ini lama ngendon, jadilahh..mengumpulkan puing-puing semangat untuk mempublikasikan di blog :D

Sebenarnya saya sudah seriing banget bikin pempek, sudah cocok dengan rasa pempek dan cukonya, dulu dapet resepnya dari mbak sasmeita berliani. Saking seringnya bikin, tibalah waktu sy ingin mencoba sensasi baru dari si pempek ini. Ingin mencoba rasa yang tidak biasa dari yang selama ini sy bikin. Akhirnya googling, dan seperti biasa, nyantol ke blog Teh Ricke Hmm..tampak dari resepnya sih bakal jadi pempek yang enak, let's try :)


Saya bikin setengah dari yang diresepkan oleh teh Ricke (dengan penyesuaian pada takaran tepung), itupun jadinya banyaaakk, bisa sepuasnya makan pempek, berikut konversi setengah resepnya ya,
Bahan A:
25 gram terigu
100 ml air
1 sdm garam
1 sdt gula pasir
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdm minyak goreng (sy paka extra virgin olive oil)

Bahan B:
500 gr fillet ikan gabus/tenggiri, haluskan ~ lebih bagus setelah dihaluskan daging ikannya dibekukan di freezer dahulu, ketika akan dipakai baru dithawing di suhu ruang (ikan bisa disesuaikan dengan selera, pilih ikan berdaging putih untuk kualitas dan ras pempek yang enak. Ikan gabus memberi citarasa yang lembut, aromanya juga tidak tajam, bagi sy pempek dari ikan gabus paling enak. Sedangkan bagi yang menyukai aroma dan rasa pempek yang tajam, tengiri bisa jadi pilihan yang tepat)
100 ml air
1 butir telur, kocok lepas ~ optional jika menginkan pempek yang teksturnya lebih lembut dalamnya (sy pakai 2 putih telur, karena kebetulan ada putih telur nganggur, hasilnya pempek jadi kenyal tapi tetap lembut)

Bahan C:
350 tepung sagu tani. Penambahan tepung sagu bertahap sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dg tangan sampai dirasa sudah cukup dan bisa dibentuk (jangan terlalu lama mengaduk ya, karena bisa menyebabkan tekstur pempek jadi alot/liat)
Air yang banyak untuk merebus pempek
Minyak untuk menggoreng
Telur untuk isian pempek kapal selam

Cara membuat:
1. Bahan A : Campur terigu, air, garam, gula pasir dan bawang putih halus. Aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk-aduk hingga mengental. Angkat. Masukkan minyak goreng, aduk rata dan dinginkan. Simpan di lemari es/kulkas sekitar 30 menit. Sisihkan. (sy simpan semalaman di kulkas)
2. Keluarkan ikan gabus yang sudah dihaluskan dari freezer, biarkan mencair dan dagingnya lemas kembali. Dalam keadaan masih dingin, campurkan air dan telur. Aduk rata dengan tangan hingga homogen.
3. Keluarkan bahan A dari kulkas, campurkan dengan bahan B, aduk dengan tangan hingga rata.
4. Masukkan bahan C (sagu tani) sebagian dulu, kemudian aduk dengan tangan (ujung jari) asal rata saja, jangan diuleni terlalu lama. Tambahkan lagi sebagian, aduk lagi dengan ujung jari asal rata. Hentikan penambahan sagu jika dirasa adonan sudah cukup dan bisa dipulung.
5. Adonan siap dibentuk sesuai selera (kapal selam, lenjer, bulat, dll).
6. Rebus pempek yang sudah dibentuk dalam air mendidih yang diberi sedikit minyak goreng (agar tidak lengket satu sama lain) hingga pempek mengambang. Angkat dan tiriskan . Dinginkan. Pempek siap digoreng.

Pempek kapal selam:
1. Pecahkan 1 butir telur ke cangkir kecil, bila perlu buang putih telurnya sedikit agar isian pempek tidak terlalu penuh sehingga mempersulit dan membuat cepat bocor. Tergantung ukuran telurnya juga. Telur tidak perlu dikocok. Sisihkan.
2. Lumuri kedua telapak tangan dengan sagu. Ambil adonan pempek, sekitar 150 gram atau sesuai selera besarnya. Bulatkan dengan telapak tangan. Tekan tengahnya dengan jari, kemudian perlahan buat lubang hingga berbentuk seperti kantung. Bagian bawah harus lebih tebal dari bagian atas agar adonan tidak bocor saat diisi. Pipihkan pinggiran bibir mangkuk adonan. Setelah lubang dirasa cukup, tuang perlahan telur dari cangkirnya. Jangan terlalu penuh, sisakan space untuk merekatkan.
3. Rekatkan bibir adonan dengan cara dijepit-jepit dengan jari sampai benar-benar menyatu. Cemplungkan ke dalam air mendidih perlahan-lahan. Masak hingga mengapung beberapa lama sampai kira2 telur telah matang. Angkat dan tiriskan


Sedangkan untuk cuko, sy masi setia menggunakan resep dari mbak Lina, rasanya sudah pas bagi lidah kami

Cuko pempek :
500 gr gula merah (pilih gula merah yg warnanya kehitaman untuk rasa yg lebih mantab, kali ini sy menggunakan gula aren hasil pemberian tetangga, menghasilkan cuko yang pekat. Tergantung selera mo pake gula apa ya, kalau sy lebih suka gula merah)
50 gr asam jawa
4 sdt cuka/air jeruk nipis
5 gelas air/ 1 liter
6 siung bw putih,tumbuk halus
2 sdm ebi sangrai,dihaluskan
10 bh cabe rawit (sesuaikan dengan selera)
1-2 sdt garam / sesuai selera.
1 sdt gula pasir

1.Didihkan gula merah, asam jawa,air dan cuka. setelah gula larut,angkat dan saring.
2.Masukkan bawang putih, ebi, cabe, garam.
3.Didihkan kembali, cicipi, angkat
 
Sajikan pempek bersama cuko dan irisan mentimun (bisa ditambah mie soun atau mie kuning)
 
 
Cuko sisa, saya tambahi air, kasi serutan buah mangga mentah, mangga kweni, bengkoang, nanas. Voilaa..jadilah rujak serut :)

semoga bermanfaat ^_^

Puding Coklat

Bismillah..

Bikin puding ini dah lama, tapi baru sekarang keinget posting di blog, mumpung lg mood ngadep kompie :)
ga banyak kata2 deh, yang jelas puding ini enaaaakkk pake banget, ga butuh waktu lama buat menghabiskannya, bikinnya simpel lagi *at least lebih simpel dari pada bikin cake lah :D


Resep aslinya kira-kira, tapi yang tertulis berikut semoga bisa jadi acuan ya :)
 
bahan :
1 bungkus agar2 tanpa warna
50 gr coklat blok, cincang
1 sdm coklat bubuk
600 ml susu uht plain
150 ml susu evaporasi (bisa pake susu uht semua, atau bisa diganti dengan uht whipped cream, tujuannya agar puding bercita rasa gurih)
4 sdm gula pasir (sesuaikan ma selera)
1/4 sdt jeli bubuk plain (optional)

how to :
- Lelehkan coklat blok dengan cara ditim hingga meleleh sempurna

- Masukkan susu, disusul dengan agar-agar, coklat bubuk , gula pasir, jeli bubuk, panaskan diatas api sambil diaduk hingga mendidih, angkat dari api
- Tunggu hingga uapnya berkurang, cetak sesuai selera
- Dinginkan dalam suhu ruang, jika sudah mengeras, masukkan ke dalam lemari pendingin untuk rasa yang lebih nikmat

Semoga bermanfaat :)

Friday, October 4, 2013

Parade Sambal Nusantara

Bismillah...

Bulan September lalu, monthly event Pawon Ibu mengangkat tema tentang Aneka sambal. Sebagai warga negara Indonesia, pasti sudah akrab dengan hidangan penambah selera yang satu ini. Yep! pedesnya bikin selera makan meningkat, makan nasi pun jadi makin bersemangat. Loh?! :D

ME kali ini cuma bisa ngasi setoran 3 *ngikik. eh, banyak ya, demiiii...meningkatkan kemungkinan mendapatkan undian doily, homemade impor langsung dari singapore booww, siapa yang ga ngiler :D
Sepertinya aku menjalankan dengan penuh penghayatan pesan pak kresna pada statistician, DO statistics and THINK statistically. iya kaann, semakin banyak setoran, maka kemungkinan mendapatkan undian doily juga makin besar *jyahh mekso :D

Well, sebenarnya ada beberapa tabungan resep sambal yang makjos. Tapiii..keterbatasan waktu dan sebenarnya tidak terlalu sering juga konsumsi sambal (karena kebanyakan masak one for all, agar mengurangi kerepotan gitu, jadi no pedes2an). Tapi ketiga resep berikut sy pilihkan setelah melalui uji kelayakan dan terbukti makjos meningkatkan nafsu makan nasi. Semoga cocok juga yaaa...

1. Sambal Kecap 
yaaahhhh...ini mah gampang banget yah? ga pake resep juga semua dah pada mahir *malu
tapi ga ada salahnya ya ditulis, sebagai arsip pribadi atau mungkin ada diantara ibu2 yang ingin mengoreksi demi kesempurnaan rasanya :)
Sambal kecap ini pas banget disajikan bersama dengan ikan bakar *drooling membayangkan bawal bakar dengan sambel kecap* hehe. Sebenarnya ga sengaja masak ini sih, suatu waktu mamang tukang sayur tumben2an bawa kakap fillet, jadilah tanpa pikir panjang aku angkut ke belanjaan. Berhubung belum ada ide si kakap fillet dimasak apa, setelah dicuci bersih, sy simpan lama di freezer. Hingga tibalah ide ini muncul, waktu itu mikirnya masak apa aja deh asal bersambel, lumayan buat setoran :)

resepnya simpel, bisa diutak atik sesuai selera,
bahan Ikan Panggang :
500 gr Fillet kakap, potong sesuai selera

bumbu perendam :
1 buah jeruk nipis, ambil airnya
4 sdm saus cabe
2 sdm kecap manis
1 sdm butter, lelehkan
garam secukupnya
sejumput gula pasir

Cara mengolah ikan :
- Lumuri ikan dengan bumbu perendam, diamkan selama 15-30 menit di dalam kulkas agar bumbu meresap
- Panggang ikan di atas wajan anti lengket hingga matang sambil di bolak balik


Bahan Sambal Kecap :
4 sdm kecap manis
1 bt bawang merah, iris halus
10 buah cabe rawit hijau (bisa pakai cabe rawit merah, tp biasanya lebih pedas)
garam secukupnya
sejumput gula
1 sdm air jeruk nipis

Campur semua bahan, cicipi rasanya. Jika telah dirasa pas pedas, manis dan asinnya, hidangkan bersama ikan panggang

2. Sambal Terasi Istimewa
Hihihi..pake embel embel istimewa segala, padahal cuma sambel terasi. Sederhana tapi rasanyaa...beda deh dengan sambel terasi pada umumnya. Resep yang sy peroleh dari saudara ini terasa beda karena bawang merah dan bawang putih digoreng kering terlebih dahulu. Coba deh, siapa tau juga cocok :)



bahan :
5 buah bawang merah, iris tipis, goreng kering
1 siung bawang putih, iris tipis, goreng kering
1 buah tomat, potong2, goreng hingga matang
1 sdt terasi, kukus/goreng hingga matang
3 buah cabe rawit (sesuaikan dengan selera), biarkan mentah
garam secukupnya
sejumput gula pasir
secuil gula merah

how to :
Haluskan semua bahan, sajikan bersama terong goreng, tempe goreng, tahu goreng, cumi asin goreng.




3. Sambel Tumpang
Sudah ketiga kalinya sy setor sambel tumpang untuk monthly event Pawon Ibu. Lebay sih, tapi rasanya tema bulan bersambal kurang afdol tanpa kehadiran sambel eksotis dari kediri ini. Resep masih sama dengan postingan sebelumnya ya, ga di utak atik lagi karena sudah cocok rasanya, suami juga suka, tiap dibawa ke kantor laris manis sambelnya.   


bahan :
150 gr tempe (sy padukan tempe bosok/semangit dengan tempe biasa, takaran sesuai selera, kalau sy biasanya pakai perbandingan 1:1)
5 buah cabe merah besar, buang bijinya
5 buah cabe rawit (bisa ditambah jika kurang pedas)
4 siung bawang putih
6 buah bawang merah
3 lembar daun jeruk
0,5 cm kencur
2 cm lengkuas
2 lembar daun salam
1 sdt gula, 1 sdt garam (kira2 yaa..bisa ditambah/dikurang agar pas)

secuil gula merah
1 genggam (50 gr) udang rebon
santan sekitar 500 ml (bisa ditambah/dikurangi sesuai selera)

air sekitar 150 ml
3 sdm munjung tepung maizena, larutkan dengan air

cara mengolah:
1. Bungkus tempe, bawang merah dan putih serta cabe dalam daun pisang, ikat lalu rebus hingga matang
2. Haluskan tempe. haluskan rebusan bumbu dengan gula, garam, kencur

3. Masak tempe, bumbu halus, daun salam, lengkuas, daun jeruk dengan air secukupnya hingga matang dan air mulai menyusut
4. Masukkan santan, masak hingga mendidih
5. Kentalkan dg larutan maizena


Hidangkan bersama sayuran seperti kacang panjang, bayam, taoge. Sesuaikan dengan selera

Semoga bermanfaat ^_^




























Saturday, September 28, 2013

Smoothies enak menyehatkan

Bismillah..

Postingan kali ini saya coba menghadirkan minuman menyehatkan. Ceritanya sejak balik dari mudik lebaran lalu, kami membulatkan tekad untuk memperbaiki pola makan. Bukannya biasanya ga sehat ya, tapi menambah asupan nutrisi tubuh yang kami anggap kurang, yaitu buah :)
Tidak lain berkat hasil komporan sepupu yang rajin minum ini pluuus olahraga, meskipun laki laki tapi kulitnya seger boooww! ngiriii!! dan berhubung dia baik, jadilah dia bagi resepnya kepadaku. hehe

Berdasarkan petuah sepupuku, buah apapun yang tidak tergantung musim dan bebas pestisida itu buaguus untuk kesehatan tubuh. Apalagi yang harganya tidak mahal, pasti lebih sehat lagi tubuh dan pikiran :D

Smoothies pertama adalah perpaduan pisang dan pepaya, sy menggunakan pepaya cavendish dan pepaya california mengkal, tanpa gula tapi rasanya manis. Potong2 kedua buah itu, takarannya suka-suka ya (kalo aku biasanya 1 buah pisang+1/4 pepaya ukuran kecil), beri air matang secukupnya, beri 1/2 buah air jeruk nipis lalu haluskan dengan blender hingga menjadi smoothie seperti ini. Segera konsumsi :)


Smoothies kedua adalah perpaduan jambu biji merah, tomat dan wortel. Yang bikin males bikin smoothies ini adalah musti nyaring itu lho, dan butuh waktu yang tidak sebentar, lumayan kalo nyaring sambil gendong fawwaz. encoookkk!! tapi demi kesehatan dan kecantikan gpp lah ya, wong rasanya juga enak apalagi tambah madu, hmmm...seger, enak, dan sehat!
Biasanya sy bikin dari 1 buah jambu biji ukuran besar, 1 buah tomat ukuran sedang dan 1/2 buah wortel import. Beri air secukupnya lalu haluskan dengan blender kemudian saring untuk membuang bijinya. Tambahkan 1 sdm madu, aduk rata. Segera Konsumsi.

Catatan penting dalam mengkonsumsi makanan lembut seperti ini adalah usahakan meminumnya seolah makan. Maksudnya biarkan beberapa saat di mulut sebelum menelannya, sambil sesekali seperti dikunyah. Tujuannya agar "makanan" itu bercampur dengan enzim-enzim yang ada di mulut, sehingga memudahkan organ pencerna dalam mengolah makanan.
Biasanya, kami mengkonsumsi smoothies ini di pagi hari, saat kondisi perut belum termasuki makanan. Sebagai bagian dari rangkaian sarapan. Setelah minum madu+jeruk nipis hangat, setengah jam kemudian lanjut smoothies buah, 1 jam berikutnya baru makanan berat :)

well, semoga bermanfaat :)

Cerita di balik Cheese Banana Cake

Bismillah...

Alhamdulillah, bisa meluangkan waktu untuk memperbarui blog di tengah kesibukan mengelola rumah :)
Sebenarnya cake ini sudah dibuat beberapa hari lalu (atau minggu ya), sampai lupa dan PR menumpuuukkk *sigh :). Cake ini sy bikin dalam rangka terkompori mamah Juliani yang sudah bikin berbulan lalu, lama ngendon di pikiran karena emang jarang ada pisang nganggur di rumah, ga perlu dibikin kue pun sudah laku. Nahhh...karena saking pengennya bikin banana cake, akhirnya membulatkan tekad dengan beli pisang yang buanyaaakk. dan bener lho, cake ini wenaaakkk, dan pastinya Tifa suka *jarang2 dia bisa makan cake banyak* hingga akhirnya saya bikin sampai dua kali.

Banana cake edisi kedua sy bikin sebagai project bersama Tifa. Yup, dalam rangka menanamkan kecintaan pada masak memasak, sy meng-agenda-kan waktu khusus untuk masak bersama Tifa. Alhamdulillah pas bikin ini adiknya bisa tidur pulas lumayan lama, hingga ke-heboh-an di dapur masih aman terkendali :)
Dalam pembuatan cake, ada beberapa tahapan, sederhana sih, tapi berdereeeeettt. Nah, tugas Tifa melakukan pekerjaan pekerjaan sederhana seperti mengayak tepung, memarut keju *yang tidak mengancam kegagalan kue dan yang sesukanya dia (artinya kalo capek ya balik ummi lagi yang handle)*
diantara pekerjaan sederhana itu, yang paliiing membuatku seneng adalah hobinya mencuci. hihi.. baskom, kocokan, mangkok, sendok dan aneka rupa perkakas kotor akan dengan senang hati dicucinya, bersihh lho, dan sy tidak membilasnya lagi. Ini sebagai bentuk kepercayaan sy kepadanya, dan apresiasi atas kerja kerasnya. Alhamdulillah :) Kelar bikin kue, kelaparan, langsung melahap ayam goreng. Setelah itu, lanjut uthek nyuciin sandal dan sepatu. fiuuu..


Kembali lagi ke banana Cake ya. Cake ini hasil nyontek dari blog teh Ricke, tapi saya modifikasi sedemikian rupa sehingga *semoga* lebih sehat dan nutrisinya lebih padat merayap :D
yep, tepung terigu dalam resep setengahnya sy substitusi dengan havermout, gula pasir sy ganti dengan gula semut (gula palem) organik, margarin sy ganti sebagiannya dengan mentega, sy tidak pakai cake emulsifier, baking powder maupun baking soda. dan sy juga menambahkan kismis.


Melewatkan penggunaan cake emulsifier dalam hal ini tidak berpengaruh pada adonan, hanya akan membutuhkan waktu pengocokan lebih lama dibandingkan jika menggunakannya. Dengan menggunakan mikser kapasitas kecil, sy membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menghasilkan adonan jambul petruk. Tentunya jenis mikser akan berpengaruh dalam hal ini. Sedangkan penggunaan baking powder dan baking soda akan memberi pengaruh pada tekstur cake, karena sy tidak pakai keduanya, cake sy ini bagian dalamnya cenderung basah dan tidak terlalu mengembang heboh (beda dengan bantat ya). Tapi dari segi rasa tetap terasa nyus dan moist, semua konsumen bilang enak :)
mau pakai ataupun tidak, monggo kerso pemirsa yaa :)

Hmm..baunya aja dah nikmat bangeeettt, jadi ga pake nunggu dingin langsunga aj dipotong :)
 
Cheese Banana Cake
Adapted from Teh Ri
cke, modified by me

Bahan:
300 gram pisang yang matang sekali (ambon/cavendish)
100 ml yogurt tawar kental

110 gr Havermout (bisa pakai oat instan, haluskan dengan blender)
110 gram terigu protein sedang
1 sdt baking powder (aku ga pake)
1/2 sdt soda kue (aku ga pake)
1/4 sdt garam
5 butir telur ukuran besar
1 sdt cake emulsifier (aku ga pake)
100 gram gula palem/gula semut
1/2 sdt essence vanilla
100 gr mentega + 50 gram margarin, lelehkan dan dinginkan
100 gram keju cheddar parut
segenggam kismis, balur dengan tepung terigu agar saat matang tidak mengendap di dasar kue

Cara membuat:
1. Siapkan loyang (aku pake loyang loaf), olesi margarin dan taburi terigu tipis-tipis. Sisihkan.
2. Panaskan oven 160'C.
3. Campur dan ayak terigu, baking powder, soda kue dan garam. Sisihkan.
4. Kocok telur, gula pasir dan cake emulsifier hingga mengembang, kental dan putih (sudah kaku membentuk jambul petruk). Tambahkan essence vanilla. Kocok rata.
5. Sambil menunggu adonan mengembang, haluskan pisang dengan menggunakan garpu, campur dengan yogurt kental. Aduk rata.
6. Masukkan campuran pisang sedikit demi sedikit ke dalam adonan telur sambil dikocok perlahan dengan mixer kecepatan rendah (speed 1).
7. Masukkan mentega leleh sedikit demi sedikit sambil diaduk balik dengan spatula.
8. Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk balik dengan spatula. Jika setelah selesai memasukkan terigu dirasa masih ada terigu yang belum tercampur, kocok rata dengan mixer kecepatan rendah (speed 1) Sebentar saja, jangan overmix.
9. Masukkan keju cheddar parut dan kismis. Aduk rata dengan spatula.
10. Masukkan ke dalam loyang, beri taburan keju parut jika suka. Panggang hingga matang dan kecoklatan sekitar 45-60 menit. Test tusuk.
11. Potong-potong dan sajikan.

Friday, September 6, 2013

Parade Hidangan bersantan

Bismillah...

Menjelang awal bulan September, artinya monthly event Pawon Ibu bulan ini akan segera berakhir. Alhamdulillah, bisa ikut meramaikan, ramai banget malah. setor 4 boooo!!!! heheh...
Tak disangka, ternyata lumayan pengkonsumsi santan juga oiii. Gak pa pa yaaa, prinsipnya makan apa saja yang halal itu boleh, asal tidak berlebihan...Menjaga asupan makanan di masa muda untuk bekal kesehatan yang tetap prima di masa tua :)

Sebenarnya santan bukanlah makanan yang buruk, bahkan kaya akan zat besi. Kandungan mangan pada santan mencakup 110 % dari kebutuhan harian tubuh kita. Selain itu santan juga mengandung magnesium, pospor, potassiun, tembaga, selenium, seng, folat dan vitamin C. Juga sejumlah vitamin lainnya; vitamin E, K, thiamin, niacin, kolin, asam pantothenic dan kalsium. Oleh karenanya, National Heart Foundation dan American Heart Association tetap menganjurkan konsumsi santan dalam takaran wajar. (detik.com)

nah kaann..jadi mengapa musti takut, sehat kok, asal memperhatikan cara mengolahnya dan TIDAK BERLEBIHAN!! :)

Setoran pertama bertema santan ini sudah saya publikasikan di blog pada postingan sebelum ini. Tapi biar guyub rukun damai sentosa, marilah kita gabungkan masakan2 bertema santan yang sudah saya masak sebagai setoran monthly event pawon ibu

1. Ikan nila Acar Kuning
resepnya bisa dilihat pada postingan saya sebelumnya disini

2. Sambel Tumpang khas Kediri
Sambel yang satu ini juga menggunakan santan sebagai pelarut bahan. Sesuai permintaan suami, kali ini saya buat sedikit berbeda dari biasanya. Yup..saya buat seperti kuah tapi kental, khas sekali seperti beberapa tempat makan tumpang di kediri. Nasi beserta sayuran disiram dengan kuah sambel tumpang yang banyaaaak, hmm..so yummeeeehhhh!! :)


satu resep jadinya banyaaakkk, dan segitu banyak habis dalam sehari. Alhamdulillah ^_^
resepnya sedikit modifikasi dari resep pada postingan terdahulu, tapi santannya dibanyakin, dan karena santannya banyak maka pengentalnya pun juga ditambah.

150 gr tempe (sy padukan tempe bosok/semangit dengan tempe biasa, takaran sesuai selera, kalau sy biasanya pakai perbandingan 1:1)
5 buah cabe merah besar, buang bijinya
5 buah cabe rawit (bisa ditambah jika kurang pedas)
4 siung bawang putih
6 buah bawang merah
3 lembar daun jeruk
0,5 cm kencur
2 cm lengkuas
2 lembar daun salam
1 sdt gula, 1 sdt garam (kira2 yaa..bisa ditambah/dikurang agar pas)

secuil gula merah
1 genggam (50 gr) udang rebon
santan sekitar 500 ml (bisa ditambah/dikurangi sesuai selera)

air sekitar 150 ml
3 sdm munjung tepung maizena, larutkan dengan air

cara mengolah:
1. Bungkus tempe, bawang merah dan putih serta cabe dalam daun pisang, ikat lalu rebus hingga matang
2. Haluskan tempe. haluskan rebusan bumbu dengan gula, garam, kencur

3. Masak tempe, bumbu halus, daun salam, lengkuas, daun jeruk dengan air secukupnya hingga matang dan air mulai menyusut
4. Masukkan santan, masak hingga mendidih
5. Kentalkan dg larutan maizena



Sayuran (bisa apa aja sih):
sawi, petiki, rebus
pepaya muda, serut, remas2 dengan garam, cuci, rebus
Kacang panjang, rebus
Taoge, Rebus

Pelengkap :

Rempeyek/kerupuk puli
Tahu
Tempe
hmmm..tampak eksotis yah. asli wenaaakkk!! menghabiskan segitu banyak aja masih kurang. Ini masih proses membusukkan tempe, semoga senin bisa dipakai buat nyambel tumpang lagi. hehe..ketagihaaannn!! :D

3. Sayur Lodeh
Ada ga ya orang jawa yang belum pernah masak, even makan (ato sekedar ngincip), sayur lodeh? yup, sayur ini adalah sayuran yang merakyat di berbagai kalangan. Sayur bersantan yang terdiri dari bermacam-macam isian baik sayuran maupun daging2an, lauk ini cocok sebagai teman makan nasi atau lontong. Biasanya, saya bikin sayur ini dengan versi yang tidak pedas agar Tifa bisa ikut makan, ga repot musti nyiapin menu yang lain. Tapiii, karena pas mudik lebaran lalu bawa tiwul instan khas pacitan, akhirnya kali ini sayur lodeh saya bikin versi peddass. Di Nganjuk, daerah asal saya, sampai saat ini masyarakat di pegunungan masih setia mengkonsumsi tiwul sebagai makanan pokok, adakalanya dicampur dengan nasi. Nahh, sayur yang pas untuk menemani si tiwul yang rasanya cenderung hambar adalah sayur lodeh super pedas. Meski rasa tiwul instan jauh dari rasa tiwul segar, tapi lumayan lah mengobati rasa rindu menyantap hidangan khas desa.

Resep sayur lodah kayaknya fleksibel banget ya, banyak variannya yang tentunya masing-masing menghasilkan citarasa yang khas. Pun dengan resep sayur lodeh ala saya ini, resep asli dari Ibu dengan penyesuaian bahan dan selera. Karena suami doyan banget ma cecek atau kulit sapi, jadilah lodeh di rumah kami menggunakan cecek sebagai salah satu bahan utama.

bahan : (isian sesuai selera ya)
kacang panjang, potong2 5 cm
1 buah terong, kupas berseling, potong2, rendam dalam air
250 gr kulit sapi, rebus hingga lunak, dinginkan, potong2
3 buah tahu, potong2, rebus hingga matang
1/4 papan tempe, potong2, rebus hingga matang
Santan encer
Santan kental

bumbu :
5 siung bawang putih, iris tipis
3 buah bawang merah, iris tipis
2 buah cabe merah, buang bijinya, iris serong
2 buah cabe hijau, iris serong
10 buah cabe rawit, iris serong
2 cm lengkuas
2 lembar daun salam
1/2 sdt terasi matang
2 sdt ebi
gula dan garam secukupnya

Cara mengolah :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum
2. Masukkan semua cabe, lengkuas dan daun salam. masak hingga cabe layu dan matang
3. Masukkan santan encer, tunggu hingga mendidih sambil sesekali diaduk lalu masukkan kacang panjang. Masak hingga setengah matang
4. Masukkan terong, kulit sapi, tahu dan tempe. Masak hingga mendidih kembali, bumbui dengan gula, garam, terasi dan ebi
5. Masukkan santan kental, sesekali aduk hingga mendidih, icipi dan masak hingga semua bahan matang. Matikan api

Nutrisinya sudah lengkap, jadi tidak perlu memasak lauk lain. Cukup nasi atau tiwul dan krupuk! :)

4. Bubur Kacang Hijau
Fiuuu...akhirnya sampai pada hidangan ke-4. butuh berhari hari boo untuk nulis gini di blog *sigh
eh, ga ding, aslinya 2+1 hari, kepending karena ga sempat buka kompie. harap maklum ya, baru bisa ngadep kompie setelah anak2 tidur dan cucian beres, blm lagi kalo musti masak buat makan malam. Mana beberapa hari lalu Fawwaz rewel banget, akan tumbuh gigi jadi mungkin ngerasa something new yang ga nyaman di tubuhnya, jadi pola rewelnya pun berbeda dari biasanya. *lahh..malah curcoll :p. 

Yup, setoran ke-4 ini, saya bikin bubur kacang hijau khas surabaya. Kacang hijau-nya tampil agak tidak biasa, karena setelah direbus hingga sangat lunak, si kacang hijau kemudian dikentalkan dengan sedikit tepung beras. Pun demikian dengan kinca santannya, agak kental karena ditambah dengan larutan tepung beras juga. 

Cara pembuatan burkangjo ini hasil mengingat-ingat resep burkangjo-nya mbak Myrna recy, thanks ya mbak, jazaakillah khair :) untuk perasa tambahan bisa disesuaikan dengan selera, kali ini sy tambahkan kayu manis dan jahe, perpaduan yang pas untuk dikonsumsi orang rumah yang saat itu lagi pada sakit

bahan bubur:
250 gr kacang hijau
air secukupnya untuk merebus
4 cm kayu manis
1 ruas jahe, keprek
2 lembar daun pandan
9 sdm munjung gula pasir (sesuaikan ma selera yaa)
1/2 sdt garam
3 sdm tepung beras, larutkan dengan air

cara membuat :
1. Panaskan air hingga mendidih, masukkan kacang hijau. Jika air mulai menyusut, tambahkan air lagi. Masak hingga kacang hijau empuk
2. Masukkan kayu manis, jahe, gula, garam. Aduk hingga aromanya keluar, cicipi untuk menyesuaikan dengan selera
3. Masukkan larutan tepung beras, aduk-aduk hingga mengental. Angkat

bahan kinca :
1 bungkus santan instan (65 ml) tambahkan air secukupnya
3/4 sdt garam
2 lembar daun pandan
2 sdm tepung beras, larutkan dengan air

cara membuat :
1. Panaskan santan bersama garam dan daun pandan hingga mendidih
2. kentalkan dengan larutan tepung beras

Hidangkan bubur kacang hijau bersama kuah santan 

Alhamdulillah selesaiiiiiiii

Semoga bermanfaat yaaa :)